Ini Kata Ketua DPRD KFA Terkait Desakan Pembangunan Jembatan Penghubung dari Warga Legok

Senin, 23 Juni 2025 - 10:02:09 WIB - Dibaca: 1176 kali

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly,.SE (KFA) saat acara penyerahan dermaga apung.
Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly,.SE (KFA) saat acara penyerahan dermaga apung. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI – Masyarakat Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, kembali menyuarakan harapan lama mereka, yakni pembangunan jembatan penghubung menuju kawasan seberang Danau Sipin. Aspirasi ini mencuat saat penyerahan dua dermaga apung oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA), pada Rabu 18 Juni 2025.

Menurut warga, keberadaan jembatan sangat mendesak, bukan hanya sebagai pelengkap infrastruktur wisata air, tetapi juga sebagai penopang aktivitas harian masyarakat yang sering terputus akibat banjir musiman.

“Setiap musim hujan, air naik dan jalan jadi tergenang. Susah untuk anak-anak sekolah, pedagang, dan warga yang mau beraktivitas. Kami sudah sangat butuh jembatan,” ujar Datuk Zainul Bahri, tokoh masyarakat sekaligus Ketua LKP Sekerabah.

Zainul menambahkan, selama ini warga Legok merasa terpinggirkan dari geliat wisata Danau Sipin. Dengan adanya jembatan penghubung ke wilayah Telanaipura—pusat aktivitas wisata—mereka berharap bisa ikut menikmati manfaat ekonomi yang selama ini hanya dirasakan sebagian pihak.

“Kalau jembatan dibangun, wisatawan bisa langsung ke Legok, dan warga bisa buka usaha. UMKM bisa berkembang,” ujarnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly (KFA), menyampaikan dukungannya dan berjanji akan membawa aspirasi ini ke tingkat kebijakan pembangunan kota.

“Kami tampung usulan ini. Jembatan bukan hanya solusi untuk akses saat banjir, tapi juga bagian dari strategi memajukan kawasan wisata secara adil dan merata,” KFA.

Selain jembatan, warga juga meminta penambahan lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan perbaikan infrastruktur seperti bronjong dan saluran drainase yang sudah rusak.

KFA menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kota, provinsi, dan pihak-pihak terkait untuk menata kawasan Danau Sipin secara menyeluruh—termasuk penguatan digitalisasi promosi destinasi dan dukungan nyata terhadap pelaku UMKM.

Dengan kombinasi dermaga apung, konektivitas darat, dan fasilitas penunjang lainnya, masyarakat optimis Danau Sipin akan berkembang menjadi ikon wisata air yang inklusif, produktif, dan berbasis pada kekuatan lokal. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA