Keberadaan PKL di Jalan Orang Kayo Pingai Kembali Dikritik, Pedagang Pasar Talang Banjar Merugi

Senin, 09 Desember 2024 - 09:51:42 WIB - Dibaca: 2036 kali

Kondisi PKL di Kawasa Talang Banjar Kota Jambi kian meresahkan.
Kondisi PKL di Kawasa Talang Banjar Kota Jambi kian meresahkan. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM KOTAJAMBI – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Orang Kayo Pingai, Talang Banjar, kembali menjadi sorotan. Aktivitas PKL di lokasi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga merugikan pedagang resmi di Pasar Talang Banjar, terutama mereka yang berjualan di lantai dua.

Utomo, seorang pedagang di dalam pasar, mengungkapkan keluhannya terkait keberadaan PKL yang dianggap memengaruhi omzet pedagang pasar resmi. Ia berharap pemerintah bersikap tegas agar para PKL dapat ditertibkan dan diarahkan untuk berjualan di dalam pasar yang telah disediakan.

“Kalau pemerintah tegas, tentu tidak ada lagi PKL di luar pasar. Kehadiran mereka membuat pembeli lebih memilih berbelanja di luar, sehingga dagangan kami di dalam jadi tidak laku,” ujar Utomo pada Minggu (8/12/2024).

Utomo juga menyoroti kondisi lantai dua Pasar Talang Banjar yang masih banyak lapaknya kosong. Menurutnya, lapak-lapak ini sebenarnya bisa dimanfaatkan oleh PKL jika ada penataan dan regulasi yang jelas dari pemerintah.

Hal senada disampaikan oleh Heru, pedagang lainnya. Ia menyebutkan bahwa situasi saat ini semakin parah dibandingkan beberapa tahun lalu, dengan jumlah PKL yang semakin bertambah.

“Dulu tidak separah ini. Sekarang PKL seperti dibiarkan, menjamur di mana-mana,” ungkap Heru.

Heru juga menyadari bahwa kapasitas pasar tidak sepenuhnya mencukupi untuk menampung semua PKL. Namun, ia menilai kondisi yang tidak tertib ini harus segera ditangani demi menghidupkan kembali aktivitas pasar dan mengurangi kemacetan di kawasan tersebut.


Kehadiran PKL di Jalan Orang Kayo Pingai turut menimbulkan kemacetan yang mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu, persaingan yang tidak sehat antara PKL dan pedagang resmi membuat aktivitas perdagangan di dalam pasar menjadi lesu.

Masyarakat dan pedagang berharap pemerintah Kota Jambi segera mengambil langkah tegas, seperti menertibkan PKL dan memanfaatkan pasar secara optimal. Sinergi antara pemerintah, pedagang pasar, dan PKL dinilai penting untuk mencari solusi terbaik demi menciptakan kondisi yang tertib dan menguntungkan semua pihak.

Harapan untuk Penertiban
Penertiban PKL di kawasan Talang Banjar diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di dalam Pasar Talang Banjar. Keberadaan pasar yang tertata rapi dan fungsional diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli. (Cr04)





BERITA BERIKUTNYA