Damkartan Evakuasi Warga Terkena Stroke Di Atap Rumah, Begini Kronologinya

Selasa, 09 Juli 2024 - 14:16:24 WIB - Dibaca: 1525 kali

Damkartan Evakuasi Warga Terkena Stroke Di Atap Rumah
Damkartan Evakuasi Warga Terkena Stroke Di Atap Rumah ()

JAMBIPRIMA.COM, KOTAJAMBI - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi, Mustari Affandi, melaporkan keberhasilan tim dalam menyelamatkan seorang warga yang terkena stroke saat memperbaiki atap rumah di kawasan Jl. AMD.III Rt.32, Kelurahan Talang Banjar, Kecamatan Jambi Timur.

Evakuasi tersebut terjadi pada Selasa, 9 Juli 2024, sekitar pukul 11.32 WIB. Informasi tersebut diterima dari seorang pelapor bernama Riga, yang menghubungi layanan darurat. Korban yang bernama Zarzani (50) dilaporkan mengalami stroke dan terjebak di atap rumah setinggi enam meter.

"Saat kami tiba di lokasi pada pukul 11.39 WIB, korban sudah dalam kondisi kesulitan di atap. Posisi korban yang berada di ketinggian ini memerlukan penanganan khusus," jelas Mustari Affandi.

Dalam operasi penyelamatan ini, tim yang dipimpin oleh Kadis Damkartan, Mustari Affandi, didampingi oleh beberapa pejabat penting seperti Danki Julianto, SE, Wadanki M. Hapis, SE, Danton 3 Mako Kasianto, Danru 3 Mako Juliansyah Sulaiman, SE, Danru 3 Pos Jambi Timur Amir Hamzah, Danpos Jambi Timur Wilopo, dan Danpos Paal Merah Hermanyanto. Total ada 14 anggota yang terlibat dalam operasi ini, menggunakan armada komando, armada ranger, armada rescue, peralatan penyelamatan, dan ambulans 119.

"Hambatan terbesar yang kami hadapi adalah posisi korban yang berada di ketinggian. Namun, dengan menggunakan tangga, tandu, dan tali karmantel, kami berhasil mengevakuasi korban dengan aman," ungkap Mustari Affandi.

Langkah-langkah yang diambil termasuk menaiki tangga menuju atap rumah, menempatkan korban di tandu, dan menurunkan korban dengan hati-hati menggunakan tali. Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans 119 untuk penanganan medis lebih lanjut.

"Kami menerapkan prinsip 5T dalam operasi ini: Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas. Operasi ini memakan waktu sekitar 1 jam 12 menit, dan kami senang bisa menyelesaikannya tanpa cedera pada anggota tim kami," tambah Mustari Affandi.

Ia juga menekankan pentingnya kerjasama dan kesiapan tim dalam menghadapi situasi darurat seperti ini. "Kesigapan dan kesiapan tim dalam menghadapi situasi darurat sangat penting. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat," tutupnya. (Cr04)





BERITA BERIKUTNYA