Habiskan 7 Milyar, Pasar Rakyat di Merangin Tak Ditempati Pedagang

Kamis, 15 April 2021 - 20:47:42 WIB - Dibaca: 2043 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Pasar Rakyat Type A di Pematang Kandis, Merangin yang dibangun dengan nilai anggaran kurang lebih Rp 7 milyar tak ditempati pedagang dan jadi tempat pacaran saat malam hari.

Kondisi Pasar Rakyat Type A yang berdiri kokoh dan megah di tengah Kota Bangko tampak sepi dan terkesan seperti bangunan tua yang lama tidak difungsikan. 

Megahnya bangunan itu tidak sesuai harapan dibangunnya pasar yang seharusnya diperuntukkan untuk para pedagang. 

Dilangsir dari tribunjambi.com, kondisi dalam pasar itu kini terdapat sampah berserakan dimana mana. Sampah itu dari bungkus minum, rokok, hingga kartu untuk berjudi.

Berdasarkan penuturan warga sekitar mengungkapkan bahwa pasar tersebut pernah digunakan pedagang saat awal setelah pasar itu dibangun.

Namun, setelahnya, para pedagang lambat laun meninggalkannya dan lebih memilih berjualan di tempat yang lama.

"Cuman sebentar ditempati pedagang, awal pasar itulah. Kini nggak ada lagi yang jualan," ujar warga.

Parahnya, hampir setiap malam dan malam minggu khusunya pasar itu dijadikan tempat pacaran oleh anak muda. 

" Kalau malam jadi tempat pacaran, kalau gini kan ngabisin anggaran saja, hampir hamburkan uang rakyat," ungkapnya

Ijal, satu di antara pedagang mengatakan, selama berjualan pada awal dulu mengakibatkan omset menurun. Sebab tidak semua pedagang pindah ke lokasi tersebut, sementara konsumen banyak lebih memiliki tempat yang lama.

Ia berharap jika pemerintah menginginkan pedagang pindah, maka semua pedagang harus kompak dan pemerintah harus tegas.

"Kalau mau dipindahkan, pindahkan semua pedagang. Sehingga pembeli tidak berpencar dan omset pedagang tidak turun," katanya.

Ia menginginkan agar pemerintah memperluas lapak dagangan jika menginginkan pedagang pindah. Sebab lapak yang tersedia saat ini tidak memadai

"Bisa dilihat sendirilah, mau jualan apa disitu, sempit. Pedagang nggak bebas, pembeli bisa berdesakan," ujarnya. 

Kadis Koperindag Kabupaten Merangin, M Ladani melalui sambungan telepon mengakui jika saat ini tidak ada pedangan yang berjualan di tempat tersebut. 

Namun saat ini pasar tersebut difungsikan sebagai pasar bongkar muat jualan pedagang pada sore dan malam hari.

"Ya (kosong pedagang red), namun sekarang fungsi itu dijadikan pasar bongkar muat sayur mulai sore dan malam," ungkapnya.

"Sudah difungsikan, orang pada keluar semua. Tempat seperti itu 1x1,5 meter atau kali 2 meter mau dagang apa, itu yang dikeluhkan," ujarnya. 

Jika nanti usai masa pemeliharaan, Ladani menyebutkan pemerintah daerah akan melakukan renovaai sehingga layak digunakan pedagang.

Saat ditanya waktu untuk merelokasikan pedagang ke pasar itu, Ladani menyebutkan pada tahun  2018 lalu telah dilakukan. Namun karena pasar tersebut tidak dapat digabungkan pasar basah dan kering mengakibatkan pedagang omset pedagang menurun.

"Jual beli dia makin hari makin menurun, maka tidak jualan lagi. Akhirnya mereka pindah. Kebiasaan masyarakat tradisional ini belanja ada di satu lokasi," ujarnya. 

Pemindahan itu juga telah berulangkali diingatkan pemerintah untuk segera. Bahkan telah dilakukan razia yang berjualan di badan jalan. 

Menurutnya, tidak ada alasan lagi bagi para pedagang untuk mengatakan tidak ada tempat. Sebab pemerintah daerah telah menyiapkannya. (*)





BERITA BERIKUTNYA