JAMBIPRIMA.COM, KERINCI - Merayakan Kelulusan setelah Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan aksi coret-coret masih terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.
Pantauan dilapangan pada Senin (05/04) kemarin, terlihat di kawasan Lapangan Pemda Kerinci tepatnya depan kantor Bupati Kerinci, Puluhan siswa menggunakan seragam abu abu mewarnai seragam sekolahnya.
Aksi coret-coret yang dilakukan siswa dan siswi yang tidak diketahui asal sekolahnya tersebut, disesalkan masyarakat termasuk pengguna jalan yang melihat aksi yang tidak mendidik tersebut.
"Aksi coret-coret dilakukan mungkin karena sudah selesai melaksanakan ujian dan sudah ngerasa tamat Sekolah," ujar Adi salah seorang warga yang melintas.
Dirinya minta kepada pihak kepolisian untuk menertibkan Konvoi kendaraan siswa sekolah, dengan mencoret seragam sekolah, apalagi kondisi ditengah Pandemi Covid-19.
"Kalau dilihat tidak menggunakan masker, ini kan bisa menambah kasus Covid-19 di Kerinci dan Sungai Penuh, apalagi di Sungai Penuh pasien positif Covid-19 terus bertambah," sebutnya.
Hal senada juga dikeluhkan oleh salah seorang warga Sungai Penuh, Ardian, dia mengatakan selain ditengah Pandemi Covid-19 yang tidak kapan berakhir, juga bisa mengakibatkan keributan antar sekolah.
"Ini harus dicegah, pihak sekolah harus tegas kepada siswa sekolahnya untuk tidak melaksakan aksi coret seragam sekolah, setidaknya ditahan ijazahnya," katanya. (Bdi)
Wisuda STIA Nusa Berjalan Sukses, Eliyusnadi : LPPM Kembangkan Jurnal
STIA Nusa Tandatangani Kerja Sama dengan UNAND Padang untuk Penelitian dan Penulisan Skripsi
SAH Ingatkan Pentingnya Agama sebagai Landasan Peta Jalan Pendidikan Nasional
Tak Rela Pendidikan Turun Karena COVID-19, Al Haris Pastikan Belajar Tatap Muka Bisa Dilakukan
Dilaporkan ke Kejari, Dugaan Penyelewengan Dana BOS SDN 13 Muara Bulian Masuk Tahap Pemeriksaan
Bhabinkamtibmas AIPDA. Syaripudin, Monitor Penerapan Prokes di SMPN 6 Muaro Jambi
Warga Tutup Drainase, Air Limbah WC Warga Meluap ke Halaman SDN 37 Kerinci