Dua Politisi Muda yang Dinilai Berpotensi Jadi Calon Alternatif Jika Pilkada Ditunda Setahun

Edi Belum Pikirkan Maju, Mayang Sudah Dibahas

Sabtu, 04 April 2020 - 07:51:12 WIB - Dibaca: 2859 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI - Rencana penundaan Pilkada 2020 memunculkan sejumlah nama yang disebut memiliki potensi besar sebagai kandidat kuat di Pilgub Jambi. Diantaranya nama Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto dan Anggota DPD RI Ria Mayang Sari. Keduanya dinilai layak maju karena memiliki kemampuan, integritas dan kapabilitas.

Selain itu, keduanya juga dinilai punya nilai lebih dari kandidat yang sudah lebih dulu digadang gadangkanbakal maju. Seperti Syarif Fasha, Al Haris, Cek Endra, Fachrori Umar, Safrial, Asyafri Jaya Bakri (AJB) dan Abdullah Sani. Selain jauh lebih muda, sudah populer, dan masing masing punya jabatan penting dan berpengaruh di partai politik.           

Edi Purwanto misalnya. Selain menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Jambi, dia juga menjabat sebagai ketua DPD PDIP Provinsi Jambi. Partai pemenang pemilu dan sedang berkuasa saat ini. Dia juga mewakili kaum milenial. Begitu juga dengan Ria Mayang Sari. Selain anggota DPD RI, dia juga putrid Gubernur Jambi Fachrori Umar yang tengah berkuasa saat ini. Dia juga mewakili kaum milenial dan perempuan.

‘’Edi dari Mayang sudah punya modal. Popularitas dan elektabilitas. Potensi keduanya cukup besar. Tinggal dipoles sedikit saja bisa melejit. Apalagi jika Pilkada serentak ditunda satu tahun, waktu untuk sosialisasi masih panjang,’’ kata kata orang di lingkaran PDIP beberapa waktu lalu.

 lalu bagaimana tanggapan Edi dan Mayang? Ketika dimintai tanggapan, Edi Purwanto menegaskan dirinya belum berpikir ke arah posisi gubernur.  Apalagi ingin maju di Pilgub Jambi dalam waktu dekat ini. "Saya hari ini konsentrasi sebagai ketua DPRD Provinsi Jambi. Dan Insya Allah akan menuntaskan tugas ini sampai 2024," kata ketua DPRD Provinsi Jambi ini, Jum'at (3/4) kemarin.

Saat ini, lanjut ketua partai pemilik 9 kursi di parlemen itu, dirinya berkonsentrasi penuh untuk penanganan Covid 19. Begitu juga bagi para kandidat yang ingin diusung PDIP. Penanganan Covid 19 yang tengah mewabah saat ini menjadi pertimbangan untuk memberikan dukungan.

"Jadi bagi siapapun yang ingin diusung PDIP, salah satu pertimbangan kita ada langkah-langkah kongkrit menangani Covid 19," sebutnya.

Karena itu, kata Edi, persoalan yang lebih urgent dan serius, menyangkut jiwa raga masyarakat Indonesia. "Kita juga bertanggung jawab melindungi tumpah darah masyarakat Jambi," jelasnya.

Lalu kapan PDIP mengeluarkan rekomendasi untuk kandidat Cagub Jambi? "Kita stop dulu. Pilkada nunggu DPP. DPP sendiri berkonsentrasi terhadap Covid 19. Itu Intruksi Ibu Megawati. Semuanya konsentrasi urusan Covid," tandasnya.

Di bagian lain, kemungkinan Ria Mayang Sari maju dipilgub Jambi sudah dibahas di Tim Keluarga Fachrori Umar. Kabarnya, Mayang kemungkinan akan dimajukan menggantikan Fachrori jika Pilkada serentak 2020 ditunda hingga 2024. ‘’ Opsi mendorong Mayang maju sudah dibahas. Tapi untik jangka panjang. Kalau Pilkada ditunda, dan digelar 2024 mendatang,’’ kata Jefri Bintara Pardede, mewakili Ketua Tim Keluarga Fachrori, Miftahul Ikhlas.

Menurut politisi yang biasa dipanggil Ucok Pardede ini, dia bersama ketua Tim Keluarga Fachrori yang diketuai Miftahul Ikhlas sudah mengkaji soal penundaan Pilkada. Dari kajian tersebut, mereka memprediksi, Pilkada 2020 bakal ditunda hingga 2024. Karena,m kalau ditunda satu tahun, September 2021, waktunya jadi mepet. Karena 2024 akan digelar Pilkada serentak lagi.

‘’ Kemungkinan Pilkada digelar serentak 2024 itu bisa saja terjadi. Jika ini yang terjadi, maka Ria Mayang Sari lah yang akan didorong maju. Tapi, kalau pilkada serentak mundur setahun, September 2021, maka yang maju tetap pak Fachrori,’’ jelasnya.

‘’ Jadi, soal Mayang ini sudah dibahas di lingkaran keluarga. Itu porsinya pak Mihtah lah selaku Ketua Tim keluarga yang menanganinya. Semua opsi sudah kita pikirkan.  Makanya, kita santai santai saja, walaupun ada penundaan pilkada,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan, nama Ria Mayang Sari dan Edi Purwanto ini muncul dalam diskusi terbatas di sebuah komunitas politik, Kamis (2/4) lalu. Ketika itu, simpatisan salah satu parpol mengungkapkan, jika pilkada digelar 23 September 2021, kesempatan bagi nama nama baru untuk ikut bertarung di Pilgub terbuka lebar. Selain masa sosisalisasi cukup panjang, saat ini sebagian partai politik juga belum mengumumkan calon yang akan mereka usung.

‘’ Kocok ulang dukungan bisa saja terjadi. Partai Politik jelas akan mengusung kandidat yang peluang menangnya cukup besar. Selain itu juga harus didukung dengan kekuatan financial,’’ jelasnya. Dia memperkirakan, kandidat yang pasti tidak akan mundur dari pencalonan adalah Syarif Fasha, Cek Endra dan AL Haris. Karena ketiga nama tersebut masa jabatannya masih panjang. Ditunda atau tidak pilkada, mereka masih punya power di daerah yang dia pimpin.

Beda dengan petahana. Menurut dia, Fachrori Umar, Safrial dan AJB bisa saja urung maju. Karena ketiganya akan habis masa jabatannya pada Februari dan Juni 2021. Artinya dari rentang waktu masa jabatan mereka habis ke hari H Pilgub, mereka sudah tidak berkuasa lagi. ‘’ Nah, disinilah peluang bagi calon calon baru tampil. Ini bisa saja terjadi. Karena politik inikan dinamis,’’ ujarnya.  

Dalam diskusi yang dihadiri sejumlah tim sukses dan simpatisan kandidat tersebut berkembang isu, jika Fachrori urung maju, maka sang putrinya Ria Mayang Sari digadang gadangkan sebagai peggantinya. Menurut hitungan politik, kemungkinan ini bisa terjadi. Apalagi selama ini, elektabilitas Fachrori banyak diragukan. Seandai putrinya, Ria Mayang Sari yang maju tentu akan beda.

Selain masih muda dan identik dengan kaum milenial, Mayang juga sudah punya cukup modal. Duduk di DPD RI dan pernah menjadi pimpinan DPRD Bungo dinilai sudah cukup membuktikan Mayang punya potensi besar untuk mempimpin Jambi ke depan. Apalagi dia juga didukung dengan kekuatan politik dan finansial yang kuat.

‘’ Mayang punya nilai jual. Apalagi bila pasangannya Pas. Yang jelas dia mewakili kaum milenial dan kaum perempuan. Ini nilai plus bagi Mayang,’’ kata salah seorang politi yang hadir dalam diskusi itu. (fey/kum) 





BERITA BERIKUTNYA