Jambione.com, JAMBI- Maret hingga April nanti merupakan masa masa genting bagi para kandidat bakal calon gubernur (balongub) Jambi. Karena dalam rentang waktu sebulan ini merupakan tahap akhir partai memutuskan dukungannya. Makanya, dua pekan kedepan menjadi hari hari berat bagi para kandidat. Lobi lobi partai kian masif. Mereka dikhabarkan berlomba lomba melakukan negosiasi. Bahkan saling tikung pun dilakukan asal mendapat perahu.
Informasi yang teranyar menyebutkan, salah satu kandidat yang paling gencar melobi partai adalah Tim Fachrori Umar. Tak mau kalah dengan kandidat lain, FU yang belakangan kurang diperhitungkan mengerahkan tim melakukan operasi senyap. Selain di tingkat DPD/DPW (daerah), tim petahana juga aktif melobi langsung pihak DPP di Jakarta.
Salah seorang tim FU yang sedang berada di Jakarta mengatakan mereka memang ditugaskan khusus untuk melobi partai-partai. Targetnya adalah memperoleh dukungan partai sebanyak-banyak mungkin.
‘’ Aksi borong partai’’ ini dilakukan untuk membuktikan kekuatan FU. Karena belakangan sang petahana tidak masuk hitungan alias dianggap remeh oleh kandidat lain. Mereka ‘lupa’, FU merupakan kandidat yang sedang berkuasa. “Kita akan buktikan bahwa Bapak layak untuk jadi gubernur lagi,” ungkap sumber yang tak mau namanya ditulis ini beberapa waktu lalu.
Menurut sumber ini, hasil dari lobi lobi yang mereka lakukan cukup mocer. Beberapa partai sudah ada komunikasi yang positif. “Tinggal menunggu rekomendasi. Kita lihat nanti siapa yang positif maju di Pilgub Jambi nanti,” katanya.
Informasinya, partai PPP yang digadang-gadang bakal merapat ke Fasha, kini masuk daftar list lobian tim FU. Sementara ini, FU dikabarkan sudah mendekati deal dengan tiga partai. Yaitu, Nasdem (2 kursi), Hanura (2 kursi) dan Demokrat (7 kursi). Total 11 kursi. Jika masuk PPP (3 kursi), maka FU sudah mengantongi 14 kursi. Lebih dari cukup memenuhi syarat minimal (11 kursi) mendaftar sebagai cagub. “Kalau itu belum bisa kita publikasikan, nanti saja tunggul final, ya,” tambahnya.
Tim Keluarga Fachrori Umar (FU), Miftahul Ikhlas tidak setuju tim Fachrori disebut tengah melakukan operasi senyap memborong partai, seperti isu yang santer beredar. "Itukan rajin lobi partai namanya. Bukan borong partai. Tapi lebih kepada memantapkan perahu untuk berlayar," katanya, kemarin.
Menurut Paul-sapaan Miftahul Ikhlas, saat ini FU dan timnya sedang konsen dan terus menjalin komunikasi dengan parpol. Baik di daerah hingga ke tingkat DPP. "Saya tidak mau menyebutkan partai. Insya Allah komunikasi kita dari pusat hinggah ke daerah sudah mencukupi. Dan Insya Allah 85 persen sudah mengarahkan ke kita," kata dia.
Mengenai koalisi, apakah koalisi gemuk atau hanya mencukupi syarat maju, menurut Paul tergantung keinginan parpol. Jika dipercaya maka akan terbangun koalisi gemuk. Sebaliknya, bisa saja hanya mencukupi 11 kursi di parlemen. "Ya kalau parpol mempercayakan akan kita bangun koalisi gemuk. Jika tidak cukup sedang saja," sebutnya.
Intinya, kata Paul, pihaknya sangat optimis sang petahana Fachrori Umar maju di Pilgub Jambi 23 September mendatang. "Sangat sangat optimis," tegasnya.
Untuk diketahui, beberapa kali keluarga Fachrori Umar, yakni Mail terlihat duduk bersama para petinggi partai daerah. Diantaranya saat makan bersama Ketua DPW NasDem Provinsi Jambi Agus Roni di salah satu rumah makan di Kota Jambi. Selain itu, dia juga terlihat bersama ketua DPD Hanura Provinsi Jambi Yusuf Zaini di salah satu hotel di Kota Jambi. Pertemuan itu diyakini merupakan upaya lobi partai politik guna mengusung Fachrori Umar menuju periode kedua memimpin Provinsi Jambi.
Selain FU, tim Al Haris juga tengah fokus melobi partai. Beberapa partai diklaim sudah bulat ke Bupati Merangin tersebut. Makanya, dia tidak terlalu berambisi merebut Ketua DPD I Golkar dalam Musda akhir Februari lalu. ‘’ Yang penting sekarang kan partai pengusung dan pendukung,” kata Jhoni Hadi Hambali, tim keluarga Al Haris.
Menurut dia, Haris sudah mengantongi 11 kursi di parlemen sebagai persyaratan maju sebagai cagub. “ Insya Allah 11 kursi sudah di tangan. Tinggal menunggu rekomendasi saja,” katanya dihubungi via ponselnya, kemarin.
Namun, Jhoni belum mau membeberkan partai apa saja yang hampir dipastikan merapat ke Al Haris. Dia hanya mengatakan, diantara partai yang merapat tersebut ada partai besar. Jhoni juga mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan parpol lain. Khusunya partainya Abdullah Sani, calon wakil Al Haris, PDIP. Begitu juga dengan PAN dan PKB. ‘’ Komunikasi kita lakukan secara maksimal, seperti apa hasilnya nanti itu tergantung partai," ujarnya.
Selain melobi partai, menurut Jhoni, mereka juga hampir merampungkan pembentukan tim pemenangan di tiap daerah. ‘’Hanya di Kota Jambi akan ada evaluasi. Karena ada tim pak Abdullah Sani. Kita gabungkan dengan tim Wo Haris," katanya.
Mengenai pasangan, Jhoni memastikan Al Haris sudah mantap dengan Abdullah Sani. Tidak ada komunikasi dengan yang lain lagi. ‘’ Kalau yang menawarkan diri menjadi wakil Haris ada. Tapi saya tidak mau sebut nama. Tidak etis,’’ pungkasnya.
Dihubungi terpisah, Direktur Center Cek Endra, Adri SH juga mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi dengan partai untuk mencukupi syarat minimal pencalonan. "Semua partai sudah kita jajaki. Insya Allah cukup partai dan CE bisa maju," ujarnya.
Apakah CE menginginkan koalisi gemuk? Menurut Adri, yang terpenting mencukupkan syarat maju dulu. Pihaknya tidak membeda-bedakan partai. "Partai mempunyai keistimewaan masing-masing. semuanya kita jajaki," sebutnya.
Lalu bagaimana dengan kabar Golkar akan koalisi dengan PDIP? Adri mengaku belum mendapat kabar tersebut. Setahu dirinya, sampai saat ini belum ada pembahasan mengenai koalisi PG-PDIP. ‘’ Belum ada komunikasi soal itu (koalisi). Kalau pertemuan pertemuan (CE dengan orang PDIP) itu biasalah. Tapi tidak ada pembahasan spesifik mengenai koalisi,’’ katanya.
Meski demikian lanjut Adri, kemungkinan koalisi itu bisa saja terjadi. Pihaknya tidak menutup diri soal itu. Karena semua kemungkinan bisa terjadi. ‘’ Ya namanya politik inikan semua kemungkinan bisa terjadi. Kita lihat sajalah bagaimana kedepannya. Yang jelas kita terus menjalin komunikasi dengan partai lain. Termasuk PDIP,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Syarif Fasha dikhabarkan juga tengah gencar melobi sejumlah partai. Dengan modal (hasil survei) elektabilitas paling tinggi dan tiga kursi dari PPP, Walikota Jambi diprediksi lebih mudah mendapatkan perahu dibanding kandidat lain. Salah satu target Fasha adalah PKS. Untuk mendapatkan tiket dari partai dakwah itu, Walikota Jambi ini hanya tinggal bersaing dengan Al Haris.
‘’ Kita yakin PKS akan ke kita. Kemudian kita juga tengah melakukan komunikasi intens dengan sejumlah partai besar. Saya belum mau sebut nama, karena masih tahap negosiasi. Nanti kalau sudah sah, baru kita umumkan,’’ kata salah satu sumber di internal Fasha. (fey)