Haris Berpeluang Jegal CE, Fasha Kuda Hitam; Musda Golkar Kemungkinan Berakhir Musyawarah Mufakat

Selasa, 25 Februari 2020 - 08:17:49 WIB - Dibaca: 2824 kali

(Khusnizar/Jambione.com)

JAMBI- Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi akhirnya dipastikan digelar akhir Februari ini. Pemilihan calon ketua partai berlambang pohon beringin itu akan dilaksanakan pada 29 Februari - 1 Maret.

Ada sejumlah kader potensial yang bakal bertarung merebut pucuk pimpinan partai pemilik 7 kursi di DPRD Provinsi Jambi ini. Selain pertarungan di Musda, kader beringin rindang ini juga merupakan rival di Pilgub Jambi 2020. Mereka adalah Walikota Jambi Sy Fasha, Bupati Sarolangun Cek Endra (CE), Bupati Merangin Al Haris dan Bupati Tebo Sukandar. Makanya, tidak heran, pemilihan ketua beringin rindang kali ini kental dengan nuansa pilgub.

Dari sejumlah kader potensial tersebut, nama CE disebut sebut berpeluang besar memenangkan pertarungan. Sinyal ini terlihat dari merapatnya sejumlah ketua DPD II dan Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jambi saat Bupati Sarolangun itu mendaftar di penjaringan Bacagub di PDIP pekan lalu. Selain itu, keputusan CE menggandeng Bupati Tebo dua periode Sukandar sebagai calon wakilnya maju di Pilgub, juga dinilai bisa menambah daya gendor merebut pucuk pimpinan partai penguasa di era Orde Baru ini.

Meski demikian, dua kader lainnya, Sy Fasha dan Al Haris tak bisa dianggap enteng. Al Haris yang belakangan sudah merampungkan tim pemenangannya di Pilgub Jambi 2020 juga memiliki kekuatan untuk menjegal mimpi indah CE. Apalagi Bupati Merangin itu memiliki kedekatan emosional dengan Dewan Pertimbangan Golkar Hasan Basri Agus (HBA) yang kini duduk sebagai anggota DPR RI.  

Sebagai tokoh senior Golkar, rasanya tak masuk akal kalau HBA tidak ikut ‘bermain’ dalam suksesi kepimpinan Golkar Jambi ini. Sebagai mantan Gubernur Jambi, HBA jelas punya kepentingan dengan Al Haris untuk melanjutkan programnya saat menjadi gubernur dan jabatannya saat ini di DPR RI. Ini jelas menjadi kekuatan tersendiri bagi Al Haris.

Sementara itu, Syarif Fasha bisa jadi kuda hitam dalam musda kali ini. Belakangan ini, Wali Kota Jambi itu memang terlihat tersisih dari Golkar. Namun, sebagai salah satu kandidat kuat di Pilgub Jambi, Fasha punya nilai tawar tinggi terhadap Golkar. 

Pengamat politik Jambi, Dori Efendi menilai, semua kandidat bakal calon yang muncul berpeluang merebut ketua Golkar Jambi. Namun, tetap saja ada beberapa hal yang bisa dinilai layak untuk memimpin partai besar tersebut.

Menurut dia, calon yang maju harus memiliki kekuatan di DPP atau mendapat dukungan dari pusat. Selain itu juga mendapat dukungan dari para senior Golkar di daerah. "Juga memiliki basis di DPD II dan memiliki biaya politik yang mumpuni," jelasnya.

Menariknya, kata dia, apakah calon-calon di Musda nanti adalah para kader yang kini tercatat sebagai bacagub? "Jika iya, maka tensi di Musda akan tinggi. Semua calon akan bertarung habis-habisan untuk mendapat ketua DPD," ujarnya.

"Akan tetapi dalam politik "setiap orang memiliki naluri menguasai" dan posisi ini amat penting. Tentu HBA sebagai senior di Golkar masih mengginginkan jabatan ini. Bisa saja beliau yang akan menjadi ketua DPD Golkar atas pertimbangan kestabilan partai Golkar sendiri," katanya.

Sementara itu, menurut sumber di lingkaran Golkar, Musda kali ini memang cukup menegangkan. Pasalnya yang bertarung adalah kader kader terbaik Beringin Rindang yang juga akan bersaing di Pilgub Jambi 23 September mendatang. ‘’ Memang posisi saat ini, diantara para kandidat, peluang CE lebih besar memenangkan pertarungan. Beliau didukung sebagian DPD II. Namun, bukan tidak mungkin Bupati Sarolangun itu bisa terjegal diakhir pesta nanti,’’ katanya.

Menurut Sumber ini, Musda kali ini bukan hanya sekedar memilih Ketua DPD II Golkar Provinsi Jambi. Tapi target utamanya adalah memilih cagub yang akan diusung Golkar untuk memenangkan pertarungan di Pilgub Jambi nanti.  Nah, lanjut dia, disinilah ada celah bagi kandidat lain untuk menjegal CE.

Yang berpotensi besar menjegal CE, menurut sumber ini, adalah Al Haris.  Selain memiliki elektabilitas lebih tinggi (dibanding CE), AL Haris juga punya jaringan cukup kuat  ke pusat dan daerah. ‘’ Sepertinya AL Haris akan All Out merebut peluang ini. Sinyal itu sudah dia tunjukkan saat mendaftar sebagai cabup di Golkar beberapa waktu lalu. Kan ketika itu dia sudah menegaskan Golkar harus memilih calon yang surveinya tinggi, kalau tidak mau mundur ke belakang,’’ ungkap orang Golkar  yang minta namanya tidak ditulis ini.

Selain itu, lanjut sumber ini, diantara para kandidat, untuk saat ini Al Haris adalah yang paling siap menghadapi pilgub. Dia telah membentuk tim pemenangan di seluruh kabupaten/kota. Efek dari gerakan Al Haris itu  cukup mocer. ‘’ Informasi yang saya dapat survei elektabilitasnya terus naik. Bahkan kabarnya sudah di atas Fasha. Ini juga bisa menjadi barang jualan Haris di Musda nanti,’’ jelasnya.

Lalu bagaimana dengan Syarif Fasha? Menurut sumber ini, Wali Kota Jambi itu bisa saja jadi kuda hitam. Walaupun terisih dan tidak diperhitungkan, Fasha tetap punya nilai tawar tersendiri. Selain survey elektabilitasnya tinggi, lanjut dia, Fasha juga bisa memanfaatkan momen ‘konflik’ CE dan Haris sebagai celah masuk. 

Mencermati pertarungan sengit ini, sumber ini, memperkirakan tidak menutup kemungkinan penentuan Ketua DPD I nanti diputuskan melalui musyawarah mupakat. ‘’ Yang jelas, Golkar tidak mau terjadi konflik internal jelang Pilkada serentak 2020. Bisa saja ketua dipilih secara aklamasi dengan syarat sayarat atau kesepakatan kesepakatan. Karena budaya di Golkar memang lebih mengedepankan musyawarah dan mupakat. Lihat saja saat pemilihan Ketua Umum beberapa waktu lalu,’’ pungkasnya.

Sementara itu, Pjs Sekretaris DPD I Golkar Provinsi Jambi, Gordon L Tobing menegaskan kepastian pelaksanaan Musda Golkar pada 29 Februari nanti berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh DPP. "Suratnya sudah kami terima hari ini (kemarin), bahwa  Musda dilaksanakan 29 Februari sampai 1 Maret," katanya saat dikonfirmasi, Senin (24/2) kemarin.

Menurut Gordon, sejauh ini persiapan pelaksanaan Musda terus dimatangkan dan hampir rampung. "Tempat sudah dibooking, konsep acara sudah disusun. Insya Allah sudah siap," bebernya.

Dia menyebutkan, sebelum pelaksanaan Musda, para kandidat yang berminat maju dalam pertarungan perebutan tampuk kepemimpinan Golkar Jambi ini bisa mengambil formulir pendaftaran terlebih dahulu. "Kapan waktu bisa mengambil formulir pendaftaran itu belum kita umumkan. Sedang disiapkan panitia," katanya.

Pada saat pelaksanaan Musda nantinya, lanjut Gordon, kandidat hanya tinggal menyerahkan formulir pendaftaran saja. "Saat ini kita juga sedang merapatkan mengenai syarat dan hal lainnya untuk maju di Musda," tambahnya. Gordon berharap pelaksanaan Musda Golkar Jambi kali ini bisa berlangsung sukses dan lancar.

Selain melaksakan Musda, DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi saat ini juga menunggu petunjuk dari DPP Partai Golkar terkait teknis pelaksanaan survei para Bakal Calon Gubernur (Bacagub) yang sudah mendaftar.

Menurut Gordon, nama-nama bakal calon yang mendaftar dan mengembalikan berkas sudah dibawa ke DPP Partai Golkar.“Kami menunggu petunjuk pelaksanaan surveinya bagaimana nanti. Apakah di DPD atau di DPP,” katanya.

Petunjuk tersebut, menurut dia, kemungkinan akan turun dalam beberapa hari ini. Namun, dia meyakini, selambat-lambatnya petunjuk sudah turun dari DPP Partai Golkar pada tanggal 26 Februari.(fey)





BERITA BERIKUTNYA