Jambione.com, KERINCI - Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan alat berat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci yang dikelola Dinas PUPR Kerinci, masih cukup rendah pada tahun 2019 lalu.
Beberapa waktu lalu, juga sempat dipertanyakan soal keberadaan alat berat milik Pemkab Kerinci yang jarang terpakir di Workshop.
Hal ini terungkap pada saat pelaksanaan hearing Komisi III DPRD Kerinci dengan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci beberapa waktu lalu.
Anggota Komisi III DPRD Kerinci, Mensediar, saat dikonfirmasi (11/02) menyayang masih rendahnya sumbangan PAD dari Alat Berat.
"Kita sudah melaksanakan hearing dengan Dinas PUPR Kerinci, kita menyayangkan minimnya PAD dari Workshop yang hanya meraup Rp 400 juta PAD,"sebutnya.
Menurutnya, Jumlah PAD yang didapat tersebut, masih sangat kecil dibandingkan target PAD penyewaan alat berat pada tahun 2019, yang ditargetkan sebesar Rp 1,2 Milyar.
"Data yang diberikan PAD dari alat berat Rp 400 juta itu terhitung sejak September hingga Desember 2019,"jelasnya.
Ditegaskannya, hasil hearing tersebut tidak membuat pihaknya puas. Pihaknya akan menindaklanjuti PAD dari alat berat untuk bulan sebelumnya.
"Kita akan telusuri dulu dan memanggil Dinas PUPR Kerinci kembali, mempertanyakan bagaimana dengan PAD bulan sebelumnya,"pungkasnya. (sau)