Jambione.com, SAROLANGUN- Aktivitas Ilegal Drilling kembali terjadi di kabupaten Sarolangun, sebelumnya berada di Kecamatan Pauh, kali ini aktivitas tersebut juga terjadi di kecamatan Air Hitam, tepatnya berada di desa Mentawak Baru. Hal ini diketahui setelah pihak pemerintah Kecamatan Air Hitam berkerjasama dengan Babinsa, Kades dan Kadus Desa Mentawak Baru melakukan pengecekan ke lokasi yang diduga kuat telah dijadikan sebagai tempat aktivitas illegal drilling pada Minggu (08/02) yang lalu.
Investigasi yang dilakukan pihak kecamatan sekitar pukul 15.00 wib itu ternyata membuahkan hasil, selain menemukan lokasi yang diduga kuat sebagai tempat aktivitas illegal drilling, tim kecamatan juga menjumpai salah satu pekerja bernama Siswanto yang merupakan warga Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung.
Tak hanya itu, pihak Kecamatan Air hitam juga menemukan peralatan berupa Mesin Rig 1 Unit, 20 batang pipa, 30 Meter selang minyak, 2 buah drum, 1 unit mesin diesel, 2 buah terpal, dan peralatan kunci inggris 1 set.
Camat Air Hitam, Bustra Desman SE saat dikonfirmasi sejumlah awak media, Selasa, (11/02) kemarin membenarkan hal tersebut. Menurutnya Investigasi yang dilakukan itu berdasarkan laporan dari warga Desa Mentawak Baru yang menyebutkan adanya aktivitas Ilegal Drilling yang sudah beroperasi selama lebih kurang 2 minggu.
"Setelah mendapatkan informasi, kita langsung melakukan pengecekan kelokasi dan menemukan seorang pekerja dan berbagai peralatan yang diduga digunakan untuk melakukan Ilegal drilling," ujar Camat.
Dikatakannya lagi, untuk saat ini pihaknya telah melaporkan kejadian indikasi aktivitas ilegal Drilling tersebut kepada pihak Kepolisian agar segera ditindaklanjuti dengan tegas.
"Kita sudah melaporkan hal itu melalui surat tertulis dengan tembusan disampaikan langsung kepada Bapak Kapolda Jambi, Kapolres Sarolangun, Dandim 0420/Sarko, Kapolsek, Danramil,Kakan Pol.PP," katanya lagi.
Dengan ditemukan lokasi aktivitas ilegal drilling tersebut, Camat Air Hitam akan terus melakukan pemantauan, dan akan segera melaporkan kembali ke pihak kepolisian apabila diketahui adanya aktivitas lagi.
"Kita akan terus pantau, karena ini jelas merusak lingkungan, kita selaku pemerintah kecamatan sangat mengecam segala bentuk aktivitas Ilegal drilling di wilayah Kecamatan Air Hitam," pungkasnya. (wel)
Sedang Asyik Transaksi Narkoba, Seorang Warga Dilubuk Suli Diringkus Polisi
Kerinci-Sungai Penuh Jadi Rebutan Calon, Basis AJB Terancam Tergerus
Bahas Konflik Warga Dengan PT.AAS, CE Kembali Temui Sekjen KLHK
Pemkab Kerinci Kembali Raih Penghargaan SAKIP Dengan Predikat B
Jadwal Tes CPNS Kerinci dan Sungai Penuh Diundur, Ini Alasannya