Jambione.com, SENGETI - Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Muarojambi, ternyata hingga kini belum merata. Salah satunya di jalan lintas Simpang Senaung hingga Desa Sarang Burung Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), yang mengalami rusak parah.
Kondisi ini pun dikeluhkan warga sekitar. Ditambah lagi dengan kondisi seperti itu, sering kali terjadi kecelekaan. Pantauan di lapangan, jalan yang rusak mencapai kurang lebih 1 kilometer dan beberapa titik terdapat lubang-lubang menganga.
"Sudah lama rusaknya bang, namun sampai saat ini belum ada perbaikan dari pemerintah. Akibat jalan rusak ni bukan hanya kecelakaan bahkan sering juga macet bang," kata Arisandi warga setempat.
Mereka pun menagih janji Bupati Muarojambi saat kampanye dahulu di sana. Bupati berjanji akan memperbaiki ruas jalan tersebut.
"Kami berharap Bupati ingat sama janjinya dahulu waktu kampanye. Dan sekarang setelah jadi harusnya diwujudkan," sebutnya.
Terkait hal ini, Bupati Muarojambi saat turun menghadiri kegiatan di desa Sarangburung beberapa waktu lalu menyebut, kalau jalan Senaung-Sarangburung bakal jadi prioritas Pemkab Muarojambi tahun ini. Beliau pun berjanjilah akan menggelontorkan dana Rp10 milliar untuk mengatasi kerusakan jalan di sana.
"Hampir 2 tahun lebih saya tidak pernah berkunjung kesini, dulu saya pernah berjanji untuk memperbaiki kondisi jalan disini, jadi yang hadir disini menjadi saksinya, saya minta dinas PUPR prioritaskan jalan ini, pokoknya sampai dengan tahun 2022 jalan ini selesai diperbaiki," sebut Masnah di depan warga kala itu.
Terkait rusaknya jalan tersebut, Kepala Dinas PUPR Muarojambi Yultasmi mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan untuk ruas jalan tersebut sudah dialokasikan sebesar Rp2 miliar.
"Tahun ini sudah kita anggarkan sekitar Rp2 Milyar, dengan panjang sekitar 800 meter, lebar 5 meter dan bahu jalan 1 meter di kiri kanannya. Karena ini sudah jadi keinginan dari ibu bupati, maka secara bertahap akan kita selesaikan. Kita juga berupaya sebelum tahun 2022 jalan ini selesai dibangun," sebut Yultasmi.
Yultasmi menyebut akan lebih bagus bila jalan di sana dilebarkan. Namun tentu untuk mewujudkannya perlu dukungan masyarakat setempat terutama soal pelepasan lahan.
"Kalau jalannya mau dilebarkan kita juga berharap masyarakat menghibahkan tanahnya, karena kita tidak ada biaya ganti rugi," tandasnya. (wil)