Jambione.com, SAROLANGUN- Akibat intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, membuat 8 desa di kecamatan Limun, Senin pagi (3/2) terendam banjir. Parahnya lagi, tidak hanya rumah yang direndam banjir, Sekolah hingga masjid juga ikut terendam banjir.
Pantauan dilapangan, banjir yang paling parah terjadi di desa Pulau Pandan, selain rumah warga, banjir juga merendam akses jalan menuju kecamatan Cermin Nan Gedang dan Kecamatan Batang Asai, akibatnya, kenderaan roda dua dan empat tidak bisa lewat sampai menunggu air surut.
Camat Limun, Sibawaihi saat ditemui dilokasi banjir mengatakan bahwa air sungai Bantang Asai dan Limun mulai naik semenjak subuh sehingga dengan mudah desa pulau pandan terendam banjir.
"Untuk kecamatan Limun ada delapan desa yang terkena banjir, Desa Lubuk Bedorong, Desa Montie, Desa Demang, Desa Malang,Desa Panca Karya, Desa Mensao, Desa Muara Limun dan Desa Pulau Pandan, dari delapan desa tersebut, desa Pulau panda yang paling parah, karena di desa pulau pandan merupakan desa pertemuan dua sungai Batang Asai dan Limun," ungkapnya.
Menurut Sibawaihi, dari delapan desa tersebut di perkirakan lebih dari 100 rumah yang terendam banjir. "Kalau rumah yang terendam banjir diperkirakan lebih dari 100 rumah, karena ada delapan desa yang terkena banjir, untuk jumlah pastinya, kita belum lakukan pendataan, karena kita masih fokus bantu warga dilokasi banjir," jelasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Sarolangun Trianto melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Yen Iswadi mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim darurat bencana dan alat bantu berupa perahu Speed Boat ke lokasi banjir. "Tim sudah berada dilokasi untuk membantu evakuasi warga yang terkena banjir," ujar Yen Iswadi, Senin (3/2).
Saat ditanya mengenai kondisi volume air. Ia mengatakan hingga siang hari pukul 13.00 Wib air terus meningkat, dan di prediksikan hingga malam. "Kita mengimbau agar masyarakat yang berada di dekat tepian sungai Batang Limun dan Batang Asai tetap waspada, karena kita tidak mengetahui apakah banjir akan surut atau tidak hingga malam ini," harapnya.
Saat ditanya mengenai jumlah desa yang terendam banjir, Ia mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan terkait data keseluruhan. “Untuk itu kita belum tau berapa jumlahnya, karena kita masih fokus dilokasi banjir," pungkasnya. (wel)