Manuver Fachrori Bikin NasDem Jambi Tak Berdaya; Daftar di DPP dan Silaturahmi dengan Surya Paloh

Jumat, 25 Oktober 2019 - 05:48:02 WIB - Dibaca: 2498 kali

()

JAMBI - Fachrori Umar sepertinya sangat serius maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 . Setidaknya ini terlihat dari manuvernya merebut dukungan partai politik (Parpol) . Gebrakan teranyarnya adalah langsung mendaftar sebagai Bakal Calon Gubernur (bacagub) Jambi di Kantor DPP Nasdem, Jakarta, Rabu (23/10) lalu.

Ini menjawab teka teki selama ini apakah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem Provinsi Jambi itu akan mendaftar di partainya atau tidak. Sebagai bagian dari NasDem, Fachrori sepertinya tak rela 2 kursi yang dimiliki partainya jatuh ke orang lain.

Sebelumnya Fachrori sempat ngambek dengan Partai NasDem Jambi. Dia sempat mau mendaftar. Namun, akhirnya batal setelah mendengar pernyataan Ketua Tim Penjaringan Cagub dari Nasdem menyatakan NasDem akan komitmen mendukung Fasha.

            Saat mendaftar di DPP, Fachrori yang didampingi oleh istrinya Rahima yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi dari Partai Nasdem dan Miftahul Iklas tiba di gondangdia sekitar pukul 16.30 Wib. Mereka diterima langsung oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP Nasdem (Bapilu) Effendy Choirie.

            Dihadapan tim Bapilu DPP Nasdem Fachrori Umar menyampaikan kesiapannya untuk maju kembali sebagai Gubernur Jambi dan akan mengedepankan sinergisitas pusat dan daerah untuk pembangunan Provinsi Jambi. Setelah melakukan pendaftaran, Fachrori Umar bersama sang istri juga bertemu dan bersilaturahmi dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan jajaran DPP Nasdem lainnya.

            Manuver Fachrori yang ‘potong kompas’ ke pusat ini membuat pengurus NasDem Jambi tak berdaya.  Selain itu, secara tidak langsung manuver ini juga mempertegas tidak harmonisnya hubungan Fachrori dengan jajaran pengurus di Provinsi Jambi.

            Sekretaris DPW NasDem Provinsi Jambi, Syafboni Syafar tidak bisa berkomentar banyak mengenai langkah Fachrori yang langsung mendaftar ke DPP. "Untuk itu (pendaftaran Fachrori ke DPP) kami tidak bisa memberikan tanggapan," katanya dikutip dari jamberita.com.

            Menurut dia, yang bisa menjawab masalah itu adalah Ketua. Pihaknya hanya bisa menjelaskan terkait calon yang mendaftar di DPW saja. "Yang jelas, mendaftar di DPP itu tidak masalah. Karena memang diatur di dalam PO," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan pertemuan pada 30 Oktober nanti, apakah beliau akan hadir? Syafboni juga tidak menjawab dengan pasti. Pihaknya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Karena memang sebelumnya Bapak Fachrori Umar tidak pernah komunikasi mengenai pendaftaran. "Mohon maaf, kami tidak bisa menjawab pertanyaan itu," pungkasnya.

Sebelumnya, Fachrori juga sudah mendaftar di lima partai. Yakni PDIP, Demokrat, PKB, Berkarya, dan PKS. Rencananya, kandidat patahana ini juga akan mendaftar di penjaringan bacagub Gerindra Provinsi Jambi akan membuka pendaftaran hari ini, Jumat (25/10).

"Kami sudah menerima informasi penjaringan Gerindra. Kami sudah menghubungi panitia. Kami siap ambil formulir di hari pertama," kata Miftahul Iklas, tim keluarga  Fachrori Umar.

            Menurut dia, Gerindra merupakan partai runner up di Provinsi Jambi. Bahkan di beberapa daerah berhasil menjadi jawara. Ini juga berkat dari soliditas pengurus dan kader Gerindra di Jambi di bawah kepemimpinan Sutan Adil Hendra (SAH). Makanya, pihaknya berharap bisa bersama dengan Gerindra dalam pemilihan gubernur (pilgub) 2019 mendatang.

            Sementara itu, pengamat politik dari Unja, Dony Yusra Pebrianto menilai manuver Fachrori Umar tersebut menunjukkan keseriusan turut bertarung di Pilgub Jambi tahun depan. Selain itu, Fachrori juga mengisyaratkan keinginan mutlaknya untuk diusung oleh NasDem. ‘’Apalagi mengingat posisi vital beliau di Nasdem. Termasuk ibu Rahima yang juga saat ini sedang menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jambi dari Partai Nasdem," katanya.
            Menurut Dony, Fachrori juga terlihat seperti ingin menunjukkan bahwa dia memiliki hubungan baik dengan pengurus pusat. Sehingga secara politik tentu hal ini menjadi sinyalemen bagi kandidat lain yang turut serta mendaftar di Partai NasDem. " Disamping itu bisa jadi Fachrori sedang mencari penguatan dalam internal Nasdem sendiri agar positif mendukung beliau," sebutnya.
            Dengan komposisi 2 kursi Nasdem tersebut, tentu sekalipun mendukung Fachrori, maka PR berat bakal calon petahana ini adalah harus bisa mendapat dukungan dari partai lain. Karena NasDem tidak bisa mengajukan calon tanpa berkoalisi.
            "Internal NasDem saya yakini tentu juga akan mempertimbangkan peta koalisi dalam kontestasi ke depan. Artinya, disamping merebut hati NasDem, Fachrori juga harus sudah mempertimbangkan arah koalisi. Terutama calon pendamping beliau pada Pilgub mendatang," tandasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA