Wings Air Tujuan Jambi- Bungo Batal Terbang

Selasa, 17 September 2019 - 05:36:00 WIB - Dibaca: 1867 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBI -- Kabut asap juga sudah mengganggu aktifitas penerbangan. Senin (16/9) kemarin, Pesawat Wings Air dari Jambi- tujuan Bungo membatalkan penerbangan akibat kabut asap yang menyelimuti Bandara Muaro Bungo. Menurut jadwal, seharusnya pesawat Wings Air tersebut take off  dari bandara Sultan Thaha Saifudin Jambi sekitar pukul 08.55 Wib.

Informasinya, keberangkatan tersebut dibatalkan setelah setelah pihak maskapai mendapat informasi dari Bandara Bungo cuaca tidak memungkinkan untuk pesawat mendarat. Hingga sore kemarin, penerbangan tersebut di cancel hingga ada keputusan hari ini. 

            Eksekutif General Manager Bandara Sultan Thaha Saifudin Jambi, Hendra Irawan mengatakan pesawat Wings Air tersebut tidak bisa mendarat di Bandara Bungo karena faktor cuaca. "Faktor cuaca di Bungo nya, bukan di sini (bandara Sultan Thaha Jambi),’’ katanya.

.           Dia menegaskan sebelum di lalukan cancel. Wings Air terlebih dahulu menunda penerbangan selama 30 menit. Namun situasi tetap tidak memungkinkan untuk terbang. "Akhirnya penerbangan menuju Bungo dan Kerinci di batalkan,"pungkasnya.

            Sebelumnya, pada tanggal 13 September 2019, Wings Air juga membatalkan penerbangan menuju Bungo dan Kerinci. " jadi ini kali kedua penerbangan di cancel dengan tujuan yang sama,"sebutnya.

            Sedangkan pesawat tujuan daerah, ada beberapa kali sempat menunda pendaratan beberapa menit. Namun akhirnya mendarat. "Tapi mendarat juga itu karena cuaca,"ujarnya.

            Hanya Garuda beberapa waktu lalu dengan tujuan Palembang- Jambi yang gagal mendarat karena jarak pandang hanya 800 meter saat itu. "Cuma Garuda waktu itu satu Jam dan balik  ke Palembang,"jelasnya.

            Menurut Hendra, jarak pandang di bandara Sultan Thaha Senin kemarin 1.700 meter di pagi hari. Lalu siang hari naik menjadi 5.000 meter."Pukul 07.30 Wib sekitar 1700 meter. Siang mulai membaik,"pungkasnya.

            Sementara itu, di Batanghari, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah setempat memperpanjang masa libur sekolah selama tiga hari kedepan. Keputusan ini tertuang dalam surat edaran Nomor: 800/3203/PDK/2019, perihal libur sekolah. 

            "Libur sekolah terhitung hari ini, tanggal 16 Semptember sampai 18 September 2019. Surat edaran telah ditandatangani Kepala Dinas," kata Sekretaris Dinas PDK Kabupaten Batanghari, Agung Wihadi, Senin (16/9).

            Libur sekolah selama tiga hari ditujukan kepada Kepala Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kabupaten Batanghari. Alasan perpanjangan libur berdasarkan Laporan Hasil Uji UPTD Laboratorium Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batanghari. 

"Dalam surat bernomor 37/LHU/L2BTH/IX/2019 tentang Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dengan standar parameter 127,46 dengan Kategori Tidak Sehat," ucapnya. 

Ada tiga poin pokok dalam surat edaran Kepala Dinas PDK Batanghari. Pertama, pelajar selama menjalani libur sekolah diberikan pekerjaan rumah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. 

            Kedua, selama libur sekolah tetap buka, guru dan staf tetap datang ke sekolah seperti biasa. Ketiga, selama libur pengawas (TK, SD dam SMP N/S) lingkup Dinas PDK Batanghari, akrif memantau seolah dan melaporkan ke Dinas melalui Korwas masing-masing tingkatan. 

            "Surat di teken langsung dan di stempel Kepala Dinas PDK Batanghari, Dra. Jamilah dengan tembusan Bupati Batanghari dan Ketua DPRD Batanghari," katanya. (isw/fai) 

 

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA