Sadu-Berbak Dikepung Api, Bencana Asap Meluas Kualitas Udara Tanjabtim Masuk Kategori Tidak Sehat

Rabu, 21 Agustus 2019 - 06:07:21 WIB - Dibaca: 2018 kali

(Afrizal/Jambione.com)

MUARASABAK- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jambi terus meluas. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, sejak beberapa hari terakhir kawasan Delta Berbak dikepung api. Di Kecamatan Sadu misalnya, terdapat tiga titik api yang hingga saat ini belum berhasil dipadamkan. Yakni di Desa Remau Baku Tuo, Desa Sungai Sayang, dan Desa Air Hitam Laut.

Kemudian di Kecamatan Berbak juga terdapat satu titik, yang hingga saat ini juga belum berhasil dipadamkan. Kemudian di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang, juga terdapat satu titik api.

Karhutla yang belum tertangani ini berdampak pada bencana kabut asap yang juga terus meluas. Selain Kota Jambi dan Muarojambi, asap bercampur debu dari Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) juga ‘menyerang’ Tanjung Jabung Timur. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanjabtim, khususnya di malam hari, rentang pukul 00.00 hingga 06.00 WIB sudah tidak sehat.

            Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tanjabtim, Gustin mengatakan, dalam satu pekan terakhir, terhitung sejak 14 Agustus 2019 lalu, kualitas udara di Tanjab Timur ada diangka sedang, yakni di bawah 50. Namun, pada jam-jam tertentu kualitas udara sudah masuk kategori tidak sehat.

            "Dari pukul 00.00 WIB malam sampai pukul 06.00 WIB pagi udaranya tidak sehat. Tapi pada jam tersebut, kebanyakan masyarakat juga tidak beraktifitas di luar rumah, terkhusus bagi anak-anak," katanya.

            Menurut dia, memburuknya kualitas udara ini merupakan imbas dari Karhutla di Kacamatan Sadu dan Berbak yang dalam satu pekan terakhir mengalami peningkatan. Makanya, lanjut dia, kualitas udara di Tanjabtim mengalami penurunan cukup signifikan.

            "Ada beberapa hari kualitas udara mengalami kenaikan, tapi tidak signifikan. Tidak seperti pada tanggal 14 - 15 Agustus kemarin yang cukup dominan. Namun di luar waktu aktifitas masyarakat," sebutnya.

            Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Tanjabtim, Ernawati mengatakan, meski kualitas udara masih dalam kategori sedang, dia menghimbau agar masyarakat menggunakan masker jika beraktifitas di luar rumah. Ini disarankan agar mengurangi dampak dari asap atau debu yang bisa berefek kepada penyakit saluran pernafasan.

            " Diharapkan kepada masyarakat, khususnya anak bayi, ibu hamil, masyarakat yang memiliki gejala penyakit jantung dan Lansia, diusahakan agar tidak keluar rumah pada saat jam tertentu," katanya. Untuk tindakan yang telah dilakukan, Dinas Kesehatan sudah melakukan pemberian masker kepada masyarakat, yakni di Kecamatan Sadu, Berbak, Mendahara dan Geragai.

            "Ambulance juga kita stanby kan di daerah dampak munculnya titik hotspot, seperti di Kecamatan Sadu dan Berbak. Jadi disana kita lengkapi dengan oksigen," ungkapnya.

            Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Tanjabtim, Junaedi Rahmat saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan instansi terkait. Jika memang kategori udara sudah tidak sehat, maka Dinas Pendidikan akan menyesuaikan.

            "Kalau memang udara sudah tidak sehat bagi anak-anak, tentu kita akan berkoordinasi lebih lanjut untuk libur sekolah. Tapi sampai saat ini belum membahayakan, jadi sekolah tidak diliburkan," jelasnya. (zal)

 



Tags:


BERITA BERIKUTNYA