Muarabulian - Ketua Koperasi Agro Sangkilan Mandiri (ASM) Kelurahan Terusan, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batanghari, Kaspul Anwar mengatakan, sebagian besar penjual STUP (Sumbangan Tanah Untuk Pembangunan), merupakan warga Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian.
Baca Juga : Humas PT TMIS : Peta STUP Tidak Ada, Kita Tidak Tahu Posisi Lahannya
" Yang paling banyak menjual STUP ke perusahaan Akak berasal dari Desa Malapari," ungkap Kaspul kepada Jambione.com.
Baca Juga : Breaking News : Ratusan Masyarakat Desa Terusan Geruduk PT TMIS Milik Akak
Warga setempat mengklaim areal STUP masuk dalam wilayah Desa Malapari. Padahal lokasi STUP berada di seberang yang masuk wilayah Desa Terusan.
Baca Juga : Kapolres Perintah Kapolsek Untuk Segel Dua Alat Berat Milik PT TMIS
" Darimana datangnya lahan STUP masuk Malapari, ini sudah tidak benar," cetus Kaspul.
Dia menduga ada keterlibatan Kepala Desa (Kades) Malapari dalam proses jual beli tanah STUP. Pasalnya pihak perusahaan tidak akan bersedia membeli tanpa ada tanda tangan Kades dalam Sporadik.
Baca Juga : Penjual STUP ke PT TMIS Warga Malapari, Kades Terlibat?
" Kades Malapari harus bertanggung jawab selaku pihak yang mengeluarkan sporadik," pungkasnya. (***)