JAMBIPRIMA.COM, BUNGO — Seorang tenaga pendidik di Pondok Pesantren Nurul Islam, Ustadz Qodri, memberikan hukuman yang bersifat mendidik kepada santri yang tidak mengikuti apel pagi, Rabu (12/8/2026).
Alih-alih memberikan hukuman yang bersifat fisik, Ustadz Qodri memilih meminta santri tersebut melaksanakan sholat Dhuha. Hukuman itu diberikan sebagai bagian dari upaya mendidik santri agar semakin dekat dengan Allah SWT.
“Pagi ini, ada santri yang tidak mengikuti apel. Hukuman yang kami berikan bukan untuk menyakiti, tetapi untuk mendidik: sholat Dhuha,” ujar Ustadz Qodri.
Menurutnya, pemberian hukuman dalam pendidikan seharusnya tidak bertujuan menimbulkan rasa takut kepada pendidik. Hukuman justru diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran sekaligus membentuk kebiasaan positif dalam diri santri.
“Sebab, hukuman terbaik adalah hukuman yang membuat anak semakin dekat kepada Allah, bukan semakin jauh,” katanya.
Ustadz Qodri menegaskan, mendidik santri bukan sekadar membuat mereka takut kepada guru. Lebih dari itu, pendidikan harus menanamkan kesadaran agar anak memahami pentingnya menjaga kebaikan.
“Mendidik bukan tentang membuat anak takut kepada kita, tetapi mengajarkan mereka agar takut kehilangan kebaikan,” pungkasnya. (Sab)
TMMD ke-129 Tuntas, Dandim 0416/Bute Apresiasi Peran Insan Pers
Bantu Jaminan Kesehatan Warga, Kodim 0416/Bute Raih Penghargaan BPJS
TMMD ke-129 Kodim Bute Selesai, Kasad: Kepedulian Tak Berakhir Saat TMMD Ditutup
Jaga Lingkungan, Dandim 0416/Bute Pimpin Penanaman 2.650 Pohon
Pembangunan Pasar Atas Bungo, GEMPUR Minta Ahli Antropologi Turun Mengkaji
TMMD Ke-129 Kodim 0416/Bute Rampungkan Sumur Bor untuk Warga Tanjung Agung
Empat Sekolah Bergiliran, Tahun Ini Ponpes Ad-Dhuha Jadi Paskibra Purwosari