JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Bungo menggelar kegiatan senam bersama yang diikuti seluruh pegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini bertujuan menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran jasmani, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kekompakan antarpegawai.
Senam bersama dilaksanakan di halaman Kantor Lapas Kelas IIB Muara Bungo. Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusias dari seluruh peserta yang mengikuti setiap rangkaian gerakan.
Kegiatan diawali dengan pemanasan, dilanjutkan gerakan inti yang dipandu oleh instruktur, kemudian ditutup dengan sesi pendinginan. Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan terlihat selama kegiatan berlangsung, menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan harmonis.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Hendra Novreli, A.Md.IP., S.H., M.H., mengatakan olahraga bersama merupakan salah satu upaya untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus memperkuat soliditas seluruh jajaran serta keluarga besar Lapas Kelas IIB Muara Bungo.
"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh pegawai dan anggota Dharma Wanita dapat terus menerapkan pola hidup sehat, menjaga semangat kerja, serta meningkatkan sinergi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan secara optimal," ujar Hendra.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat, solid, dan produktif di lingkungan Lapas Kelas IIB Muara Bungo. (Sab)
Khalis Mustiko Bakar Semangat Kader Golkar Muara Tabir: Kompak dan Menang Bersama!
Avtur Mulai Dipasok, Tiket Pesawat Bungo-Jakarta Kini Lebih Murah
Babinsa Baru Komsos dengan Datuk Rio Kuning Gading, Bangun Sinergi di Desa
Tiga Periode di DPRD, H. Radi Hartono Kembali Nahkodai Golkar Sumay
Musrenbangdus Sungai Buluh Bahas RKP 2027, Babinsa Dorong Usulan Sesuai Kebutuhan Warga
PETI di Kawasan Bandara Muara Bungo Disorot, Pemkab Diminta Tak Sekadar Razia
Sekda Zulhifni Apresiasi Festival Kenduri Psko, Jadi Ruang Pelestarian Budaya Merangin