Haflah Khotmil Qur'an BUQ Jadi Momentum Dakwah Cetak Generasi Qur'ani

Minggu, 14 Juni 2026 - 01:35:50 WIB - Dibaca: 89 kali

Al ustadz  Dr. KH. Bukhori Al Aroby memberikan tausiyah pada acara Haflah Khotmil Qur'an dan Akhirussanah Santri RA, SDIT, Wustho dan Ulya Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur'an (BUQ) Tahun 2026
Al ustadz Dr. KH. Bukhori Al Aroby memberikan tausiyah pada acara Haflah Khotmil Qur'an dan Akhirussanah Santri RA, SDIT, Wustho dan Ulya Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur'an (BUQ) Tahun 2026 (Rahim)

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN – Haflah Khotmil Qur'an dan Akhirussanah Santri RA, SDIT, Wustho dan Ulya Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Qur'an (BUQ) Tahun 2026 menjadi momentum dakwah dalam memperkuat syiar Islam melalui pendidikan Al-Qur'an.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Pinang Merah, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Sabtu (13/6/2026) malam itu tidak hanya menjadi ajang wisuda santri, tetapi juga wujud komitmen pesantren dalam melahirkan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berilmu.

Pengasuh Pondok Pesantren BUQ, Aris Muthohar, mengatakan bahwa wisuda tahfidz tahun ini menghadirkan inovasi baru. Jika sebelumnya penghargaan hanya diberikan kepada santri yang telah menuntaskan hafalan 30 juz, mulai tahun ini syahadah juga diberikan kepada santri yang berhasil menghafal minimal lima juz.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan untuk memotivasi para santri agar terus meningkatkan hafalan Al-Qur'an hingga mencapai 30 juz.

"Biasanya anak-anak tidak kita wisuda, dibiarkan sehingga wisudanya langsung 30 juz. Tapi malam hari ini, mulai tahun ini, Insya Allah yang sudah hafal 5 juz ke atas akan kita wisuda juga," ujar Aris.

Dalam haflah tersebut, turut ditampilkan santri-santri yang telah menyelesaikan hafalan Juz Amma, satu juz, hingga tahsin Al-Qur'an. Para santri yang berprestasi dipanggil satu per satu untuk menerima syahadah tahfidz.

Aris mengungkapkan kebanggaannya atas capaian para santri, termasuk seorang santri kelas IV SD yang telah berhasil menghafal enam juz Al-Qur'an.

"Alhamdulillah, bangga betul. Doakan mudah-mudahan putra-putri kita menjadi ahlul Qur'an dan ulama," katanya.

Semangat mencetak generasi Qur'ani melalui pendidikan pesantren dinilai menjadi investasi penting dalam membangun masa depan umat. Melalui didikan para guru dan pengasuh, para santri tidak hanya dibekali kemampuan menghafal Al-Qur'an, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai akhlak dan keilmuan.

Hafalan Al-Qur'an yang diraih para santri diharapkan menjadi bekal dunia dan akhirat, sekaligus menjadi benteng moral di tengah derasnya arus perkembangan zaman. (Rhm)





BERITA BERIKUTNYA