Kemendag Ajak Eksportir RI Tembus Pasar Amerika Selatan Lewat Espacio Food & Service 2026

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:22:55 WIB - Dibaca: 195 kali

Flyer resmi Kementerian Perdagangan RI melalui ITPC Santiago dan KBRI Santiago yang mengumumkan pembukaan pendaftaran peserta Indonesia untuk mengikuti pameran internasional Espacio Food & Service 2026 di Santiago, Chile.
Flyer resmi Kementerian Perdagangan RI melalui ITPC Santiago dan KBRI Santiago yang mengumumkan pembukaan pendaftaran peserta Indonesia untuk mengikuti pameran internasional Espacio Food & Service 2026 di Santiago, Chile. (Kementerian Perdagangan)

JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Kementerian Perdagangan Republik Indonesia melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Santiago dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Santiago membuka pendaftaran bagi pelaku usaha Indonesia untuk mengikuti pameran internasional Espacio Food & Service 2026 yang akan digelar di Santiago, Chile.

Berdasarkan informasi yang disampaikan melalui publikasi resmi Kemendag, pameran tersebut akan berlangsung pada 29 September hingga 1 Oktober 2026 di Espacio Riesco, Santiago, Chile.

Program ini ditujukan bagi perusahaan Indonesia di sektor makanan dan minuman (food and beverage) yang memiliki produk sehat, alami, organik, serta telah siap memasuki pasar ekspor. Kemendag juga menyebutkan bahwa perusahaan yang memiliki pengalaman ekspor dan sertifikasi internasional seperti HACCP, USDA Organic, dan sertifikasi sejenis akan menjadi nilai tambah dalam proses seleksi.

Peserta yang terpilih akan memperoleh fasilitas berupa booth pameran dan kesempatan business matching dengan calon mitra usaha potensial di pasar internasional.

Pendaftaran dibuka hingga 22 Juni 2026 melalui laman kemend.ag/EspacioFood2026. Pelaku usaha yang berminat juga dapat menghubungi narahubung yang telah disediakan oleh penyelenggara, yakni Ricardo Gita dan Tesa Listya.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya promosi perdagangan Indonesia untuk memperluas akses pasar produk pangan nasional ke kawasan Amerika Selatan, khususnya Chile yang dinilai memiliki potensi sebagai pintu masuk bagi produk Indonesia di wilayah tersebut. (San)





BERITA BERIKUTNYA