SDN 163 Sungai Jernih Butuh Ruang Kelas Khusus untuk Anak Suku Anak Dalam

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:24:14 WIB - Dibaca: 154 kali

Abdurachman berbincang bersama anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) yang menempuh pendidikan di SDN 163 Sungai Jernih, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo.
Abdurachman berbincang bersama anak-anak Suku Anak Dalam (SAD) yang menempuh pendidikan di SDN 163 Sungai Jernih, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo. (Syahrial)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO — SD Negeri 163 Desa Sungai Jernih, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, membutuhkan ruang kelas khusus bagi anak-anak komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang mengikuti pendidikan formal di sekolah tersebut.

Kebutuhan itu disampaikan langsung oleh Anita, guru yang selama ini aktif mendampingi anak-anak SAD, saat menerima kunjungan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo, Abdurachman bersama rombongan.

Menurut Anita, minat anak-anak SAD untuk menempuh pendidikan formal sebenarnya cukup tinggi. Namun, sebagian dari mereka masih merasa minder dan belum percaya diri untuk belajar bersama siswa lain di ruang kelas umum.

“Banyak anak-anak SAD yang ingin sekolah, tapi mereka terkadang masih malu dan belum percaya diri untuk langsung bergabung dengan siswa lain,” ujar Anita.

Karena itu, pihak sekolah berharap adanya ruang kelas khusus yang dapat digunakan sebagai tempat adaptasi awal sebelum para siswa dari komunitas adat tersebut bergabung dengan siswa lainnya.

“Nanti kalau mereka sudah terbiasa dan sudah bisa berbaur dengan siswa lainnya, baru kita gabungkan dengan yang lain,” katanya.

Permintaan tersebut langsung mendapat perhatian dari Kajari Tebo. Dalam kesempatan itu, Abdurachman berjanji akan menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo agar dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Nanti saya sampaikan ke Dinas Pendidikan ya,” ujar Kajari Tebo.

Selain meninjau kondisi pendidikan anak-anak SAD, Kajari juga memberikan apresiasi kepada pihak sekolah yang dinilai telah menunjukkan kepedulian tinggi terhadap hak pendidikan anak-anak komunitas adat terpencil tersebut.

Ia menilai langkah yang dilakukan SDN 163 Sungai Jernih merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan, sekaligus upaya membuka kesempatan yang sama bagi anak-anak SAD untuk memperoleh pendidikan formal dan masa depan yang lebih baik.

Keberadaan ruang kelas khusus itu diharapkan dapat menjadi solusi awal dalam membangun rasa percaya diri anak-anak SAD, sehingga mereka nantinya mampu beradaptasi dan berinteraksi lebih luas di lingkungan sekolah. (Syh)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA