Mahasiswi Asal Jambi Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi, Jenazah Disambut Tangis Keluarga

Rabu, 29 April 2026 - 10:16:59 WIB - Dibaca: 280 kali

Suasana haru saat jenazah mahasiswi asal Jambi, Nur Alimatun Citra Lestari, tiba di rumah duka dan disambut tangis keluarga di Kota Jambi.
Suasana haru saat jenazah mahasiswi asal Jambi, Nur Alimatun Citra Lestari, tiba di rumah duka dan disambut tangis keluarga di Kota Jambi. (ahmad)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Duka mendalam menyelimuti sebuah keluarga di Kota Jambi setelah salah satu anggota keluarganya menjadi korban kecelakaan kereta api di Bekasi. Korban diketahui bernama Nur Alimatun Citra Lestari (19), seorang mahasiswi yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi di Jakarta.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka yang beralamat di Jalan Camar II Nomor 33, Kelurahan Sei Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi, pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 08.15 WIB. Suasana haru langsung pecah saat peti jenazah diturunkan dari ambulans. Tangis keluarga dan kerabat tak terbendung, mengiringi kepulangan korban untuk terakhir kalinya.
Ayah korban, Ruslan, mengungkapkan bahwa pihak keluarga menerima kabar duka pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh anak keduanya yang saat ini berada di Bekasi.
“Kami mendapat kabar sekitar setengah lima sore dari kakaknya yang di Bekasi. Saat itu kami sangat terpukul,” ujar Ruslan dengan suara bergetar.
Almarhumah Nur Alimatun Citra Lestari merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Di mata keluarga, ia dikenal sebagai sosok yang pendiam, tekun, dan memiliki semangat tinggi dalam menempuh pendidikan. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswi semester IV di STMA Trisakti.
Selama menjalani perkuliahan, korban tinggal bersama kakaknya di wilayah Bekasi. Aktivitas sehari-harinya tak lepas dari penggunaan transportasi kereta api, yang menjadi moda utama untuk berangkat dan pulang dari kampus.
Peristiwa nahas itu terjadi saat korban dalam perjalanan pulang. Kecelakaan kereta api yang melibatkan rangkaian perjalanan tersebut mengakhiri hidupnya secara tragis dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Sejumlah kerabat dan warga sekitar tampak terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan doa serta dukungan moril kepada keluarga. Suasana penuh haru menyelimuti prosesi penyambutan jenazah hingga persiapan pemakaman.
Kehilangan sosok muda yang tengah berjuang meraih masa depan ini menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi teman-teman serta lingkungan kampusnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan dalam transportasi publik, khususnya bagi para pengguna kereta api yang setiap hari mengandalkan moda tersebut untuk beraktivitas. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA