JAMBIPRIMA.COM,. MERANGIN – Aksi demonstrasi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Merangin pada Selasa (28/04/2026) memicu polemik. Dalam aksi tersebut, massa menuntut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Merangin, Misrinaldi, mundur dari jabatannya.
Tuntutan itu muncul seiring mencuatnya dugaan keterlibatan Misrinaldi dalam kasus di tingkat Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang saat ini tengah menjadi perhatian publik. Isu tersebut kemudian dijadikan dasar oleh massa aksi untuk mendesak adanya evaluasi hingga pencopotan jabatan.
Namun di balik tuntutan tersebut, beredar informasi yang menyebut aksi demonstrasi itu tidak sepenuhnya murni menyuarakan kepentingan masyarakat. Sejumlah pihak menduga adanya kepentingan pribadi yang melatarbelakangi aksi tersebut.
Salah satu alumni senior PMII Cabang Merangin berinisial RY mengungkapkan, demonstrasi sah-sah saja dilakukan sebagai bagian dari kontrol sosial. Namun ia menilai aksi kali ini terkesan dipaksakan dan diduga digerakkan oleh pihak tertentu.
“Kita tidak melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi. Tapi kalau aksinya dibuat-buat dan diduga ada aktor di belakangnya untuk kepentingan pribadi, ini yang jadi persoalan,” ujar RY.
Ia bahkan menuding adanya keterlibatan oknum pembina PMII Cabang Merangin, Marlios, yang diduga memiliki konflik pribadi dengan Kadisdik. Menurutnya, persoalan tersebut berawal dari ketidaksesuaian kepentingan terkait pengelolaan proyek di lingkungan Dinas Pendidikan.
RY menyebut, pada tahun 2025 sebelum Misrinaldi menjabat sebagai Kadisdik, Marlios disebut memiliki peran dalam mengatur sejumlah proyek di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Pendidikan. Namun setelah pergantian kepemimpinan pada 2026, akses tersebut diduga tidak lagi diberikan.
“Ketika tidak lagi dilibatkan, muncul kekecewaan. Dari situlah diduga mulai mencari celah kesalahan, apalagi ada isu di tingkat provinsi yang bisa dimanfaatkan,” tambahnya.
Ia juga menilai, jika benar aksi tersebut dilatarbelakangi kepentingan pribadi, maka hal itu dapat mencederai marwah organisasi mahasiswa sebagai penyambung aspirasi rakyat.
“Organisasi jangan dijadikan alat balas dendam. Ini bisa merusak citra PMII sendiri,” tegasnya.
Sementara itu, Marlios saat dikonfirmasi membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan tidak terlibat dalam penggerakan aksi dan tidak memiliki kepentingan pribadi seperti yang dituduhkan.
“Saya sedang berada di Jambi. Tidak ada itu saya menggerakkan. Soal organisasi, saya tidak bisa intervensi adik-adik mahasiswa. Mereka punya sikap sendiri,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Marlios juga menegaskan bahwa kapasitasnya sebagai pembina tidak memberikan kewenangan untuk mengatur proyek atau mencampuri urusan internal dinas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Merangin maupun Kadisdik Misrinaldi terkait tuntutan demonstrasi tersebut.
Situasi ini pun menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya menjaga independensi gerakan mahasiswa agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Cek Endra Gaspol! Golkar Tanjab Barat Ditarget 6 Kursi, Mesin Politik Wajib Panas
Tak Mau Janji Kosong, DPRD Tebo Desak Jalan Padang Lamo & Betung–Pintas, Dana Inpres 60 M Disorot
Cek Endra “Diserbu” Aspirasi di Rantau Rasau: Listrik, KUR, hingga Migas Jadi Sorotan!
Kloter Pertama Jemaah Haji Jambi Masuk Asrama 5 Mei, PPIH Matangkan Persiapan
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 per Gram, Lanjutkan Tren Pelemahan
Pemkot Jambi Gandeng BMKG, Perkuat Sistem Mitigasi Bencana Berbasis Data
Kenaikan BBM Ancam Harga Naik, Pemkot Jambi Siaga Kendalikan Inflasi