JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat kembali mendapat sorotan. Kali ini datang dari Universitas Islam Tebo yang mengirimkan dua dosennya dalam kegiatan strategis peningkatan kapasitas edukator keuangan di tingkat provinsi.
Langkah tersebut dinilai bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan bagian dari upaya sistematis dunia kampus dalam menjawab tantangan rendahnya literasi keuangan di daerah, termasuk pemahaman terhadap sistem keuangan berbasis syariah yang kian relevan di tengah masyarakat Jambi.
Dua perwakilan kampus tersebut yakni Ketua Program Studi Akuntansi Syariah, Rizki Hariandi, serta dosen Program Studi Ekonomi Syariah, Astuti Prihatiningsih. Keduanya mengikuti pelatihan Training of Trainers (ToT) Duta Literasi Keuangan Provinsi Jambi Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi pada Senin (27/04/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 24 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Jambi. Para peserta dipersiapkan menjadi penggerak literasi keuangan yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk pemahaman keuangan berbasis syariah.
Dalam konteks yang lebih luas, peran dosen sebagai agen literasi dinilai strategis. Selain memiliki basis akademik, mereka juga memiliki akses langsung ke mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan pengabdian, sehingga transfer pengetahuan bisa berlangsung lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala OJK Provinsi Jambi, Yan Iswara Rosya, saat membuka acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia berharap Jambi kembali mencatat prestasi pada ajang nasional pemilihan Duta Literasi Keuangan tahun ini.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta menerima sejumlah materi penting seperti pengenalan OJK, waspada investasi dan aktivitas keuangan ilegal, produk perbankan, hingga penguatan manajemen keuangan dan akuntansi.
Materi tersebut tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan riil di masyarakat, seperti maraknya investasi bodong dan rendahnya perencanaan keuangan rumah tangga.
Selain itu, kegiatan juga diisi diskusi interaktif serta tugas kelompok guna meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi yang diberikan. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk peserta yang tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menyampaikan kembali materi dengan metode yang komunikatif.
Keikutsertaan dosen UI Tebo dalam kegiatan ini dinilai menjadi langkah positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tebo, terutama dalam mendorong masyarakat agar lebih cerdas mengelola keuangan.
Di daerah yang masih menghadapi tantangan akses informasi dan edukasi keuangan, kehadiran agen literasi berbasis kampus menjadi penting. Mereka dapat menjembatani kebutuhan masyarakat akan informasi yang akurat sekaligus menangkal penyebaran praktik keuangan ilegal.
Dengan bekal dari pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat menjadi agen edukasi keuangan yang aktif, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Tebo dan Provinsi Jambi.
Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi dan Otoritas Jasa Keuangan diharapkan semakin kuat, sehingga literasi keuangan tidak hanya menjadi program, tetapi gerakan bersama yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (Syh)
Diduga Mengantuk, Carry Pickup Nyungsep ke Semak Belukar di Jalan Lintas Tebo-Bungo
Dari Dinamika Musda ke Konsolidasi! Cek Endra Serahkan SK Golkar Sungai Penuh kepada Hutri Randa
Pelayanan Sosial KAT Digelar di Muara Tabir, Warga Dapat KTP hingga BPJS Gratis
Empat Terduga Pencuri Brondolan Sawit Kabur, Tiga Motor Diamankan di PT TAL
TBS Sawit Jambi Turun, Harga Usia 10-20 Tahun Jadi Rp3.758 per Kg
Hari Kesaktian Pancasila, Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebo Ajak Jaga Keutuhan NKRI
Upacara Bendera Jadi Ruang Edukasi Karakter, Polisi Masuk Sekolah Tekan Kenakalan Remaja di Jambi