Dunia Pers Berduka, Zulmansyah Sakedang Tutup Usia

Senin, 20 April 2026 - 11:20:03 WIB - Dibaca: 79 kali

Almarhum Zulmansyah Sakedang, sosok pemersatu insan pers yang dikenal dekat dengan wartawan hingga ke daerah.
Almarhum Zulmansyah Sakedang, sosok pemersatu insan pers yang dikenal dekat dengan wartawan hingga ke daerah. (gogle)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Duka mendalam menyelimuti dunia pers nasional. H. Zulmansyah Sakedang, Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat periode 2025–2030, dikabarkan meninggal dunia. Kepergian sosok yang dikenal sebagai penghubung kuat antara pengurus pusat dan daerah ini meninggalkan luka dan kehilangan besar bagi insan pers di seluruh Indonesia.
Zulmansyah bukan sekadar pejabat organisasi. Ia dikenal luas sebagai figur pemersatu yang mampu membangun komunikasi efektif di tengah dinamika organisasi yang kompleks. Dengan gaya kepemimpinan yang terbuka, komunikatif, dan responsif, almarhum berhasil merangkul berbagai kalangan, mulai dari pengurus pusat hingga wartawan di daerah.
Dalam kesehariannya, Zulmansyah dikenal sebagai pribadi yang sederhana namun penuh dedikasi. Ia tidak hanya hadir dalam forum resmi organisasi, tetapi juga aktif menjalin komunikasi informal dengan para wartawan. Hal inilah yang membuatnya begitu dekat dan dihormati oleh banyak pihak.
Rasa kehilangan mendalam turut dirasakan Mukhtadi Putra Nusa, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi yang juga merupakan pengurus PWI Pusat. Bagi Mukhtadi, kepergian Zulmansyah bukan hanya kehilangan seorang pemimpin, tetapi juga sahabat yang memiliki arti penting dalam perjalanan hidup dan kariernya.
“Dunia pers kembali berduka. Kita kehilangan sosok yang tidak hanya bertalenta dan kharismatik, tetapi juga memiliki dedikasi tinggi terhadap kemajuan organisasi dan insan pers di seluruh Indonesia,” ujar Mukhtadi dengan suara bergetar.
Mukhtadi mengenang awal perkenalan mereka yang terjalin sejak sama-sama merintis karier jurnalistik di Pekanbaru. Dari masa-masa penuh perjuangan di lapangan hingga akhirnya berada di posisi strategis dalam organisasi nasional, hubungan keduanya tetap terjalin erat.
“Almarhum itu sahabat terbaik saya. Kami tumbuh bersama dalam dunia jurnalistik, dari nol, menghadapi berbagai tantangan, hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah di organisasi. Hubungan kami sudah seperti saudara,” kenangnya.
Menurut Mukhtadi, salah satu hal yang paling menonjol dari sosok Zulmansyah adalah sikapnya yang tidak pernah mengeluh, bahkan di tengah tekanan tugas yang berat. Ia justru dikenal sebagai pribadi yang menikmati tantangan dan selalu mencari solusi terbaik dalam setiap persoalan.
Tak hanya itu, kedekatannya dengan wartawan daerah menjadi nilai lebih yang sulit ditemukan pada sosok lain. Di tengah kesibukannya sebagai Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah tetap meluangkan waktu untuk mendengar dan merespons berbagai aspirasi dari daerah.
“HP-nya hampir tidak pernah tidak diangkat. Pesan WhatsApp juga cepat dibalas. Itu yang membuat kami merasa diperhatikan dan dihargai,” ungkap Mukhtadi.
Bagi wartawan daerah, Zulmansyah bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga sosok pengayom yang selalu hadir memberikan arahan, solusi, dan semangat. Ia menjadi tempat bertanya, berdiskusi, sekaligus berkoordinasi dalam menghadapi berbagai persoalan jurnalistik maupun organisasi.
“Beliau itu seperti rumah bagi kami. Ketika ada kebingungan, selalu ada jalan keluar dari beliau. Sosok seperti ini sangat langka,” tambahnya.
Kepergian Zulmansyah Sakedang meninggalkan jejak mendalam yang tidak mudah tergantikan. Dedikasi, loyalitas, serta semangat kebersamaan yang selama ini ia bangun menjadi warisan berharga bagi generasi wartawan ke depan.
Mukhtadi berharap nilai-nilai yang ditanamkan almarhum dapat terus hidup dan menjadi pedoman bagi insan pers di seluruh Indonesia.
“InsyaAllah segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT. Yang terpenting, semangat loyalitas, komunikasi, dan kepedulian yang beliau ajarkan akan terus kami lanjutkan,” tutupnya.
Kini, dunia pers Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun, keteladanan dan semangat pengabdian Zulmansyah Sakedang diyakini akan tetap hidup dalam setiap langkah para jurnalis yang pernah merasakan sentuhan kepemimpinannya.
Keterangan Foto:
Almarhum Zulmansyah Sakedang semasa hidup dikenal sebagai sosok pemersatu dan penghubung kuat antara insan pers pusat dan daerah. (red)





BERITA BERIKUTNYA