JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Laju inflasi di Provinsi Jambi pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,55 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Angka ini menunjukkan kondisi harga yang masih relatif terkendali di tengah dinamika ekonomi.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, inflasi tersebut tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 110,77.
Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kerinci sebesar 5,11 persen dengan IHK 114,35. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Jambi sebesar 2,96 persen.
Selain itu, secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Jambi mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) berada di angka 0,24 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha menjelaskan kenaikan inflasi ini dipengaruhi oleh sejumlah kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau yang masih menjadi penyumbang utama. Di samping itu, faktor distribusi barang dan dinamika pasokan di masing-masing daerah turut memengaruhi perbedaan tingkat inflasi antarwilayah.
Meski demikian, kondisi inflasi yang masih berada di kisaran moderat ini dinilai mencerminkan stabilitas harga yang cukup terjaga, sekaligus menunjukkan efektivitas pengendalian inflasi di daerah.
"Pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pun diharapkan terus memperkuat koordinasi guna menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas pangan yang kerap menjadi pemicu utama inflasi", ucap Aidil. (Sab)
Kacer Prabu Menggila di Sungai Bengkal, Sabet Tiga Podium Bergengsi
Wali Kota Maulana Resmikan Transportasi Listrik Pertama di Indonesia di Carnaval Angso Duo 2025
Ironi Merangin: Bupati Raih Subroto Award, Geopark Rusak oleh Tambang Ilegal
Komitmen 61 Tahun Golkar: Pasar Murah Jadi Bukti Nyata Ringankan Beban Rakyat Jambi
Ketua DPRD Khalis Mustiko Pimpin Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-26 Kabupaten Tebo
Bupati Agus Tegaskan Arah Pembangunan Terbuka di HUT ke-26 Kabupaten Tebo
Novpriadi, Anak Emas Negeri Jambi dan Panutan Generasi Terkini