JAMBIPRIMA.COM, JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) mengalami kenaikan tipis pada perdagangan akhir pekan. Kenaikan ini membuat harga emas ukuran 1 gram kembali menembus kisaran Rp2,87 juta.
Pergerakan harga emas tersebut dipengaruhi dinamika pasar global yang masih fluktuatif, termasuk faktor nilai tukar dan permintaan investor terhadap aset safe haven.
Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam memang cenderung bergerak tipis dalam beberapa hari terakhir. Pada pertengahan April 2026, harga emas berada di kisaran Rp2,88 juta per gram setelah sebelumnya mengalami kenaikan dan penurunan secara bergantian.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar emas masih berada dalam fase konsolidasi, di mana investor cenderung menahan posisi sambil mencermati perkembangan ekonomi global.
Selain harga jual, harga pembelian kembali (buyback) juga mengalami penyesuaian, mengikuti tren pergerakan harga emas di pasar internasional.
Pengamat menilai, meski kenaikan yang terjadi relatif tipis, emas tetap menjadi instrumen investasi yang diminati masyarakat. Hal ini karena emas dikenal sebagai aset lindung nilai yang mampu menjaga stabilitas nilai dalam jangka panjang.
Dengan pergerakan yang masih dinamis, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga sebelum melakukan transaksi, baik untuk investasi maupun kebutuhan lainnya. (San)
Harga Karet Tak Tumbang di Tengah Musim Panas, Petani Bungo: Sulit Tapi Harus Jalan
BTN Kantongi Laba Rp1,1 Triliun di Kuartal I 2026, Tumbuh Dua Digit
IHSG Dibuka Menguat, Sentuh Level 7.745 pada Perdagangan Pagi
Harga Emas Antam Naik Lagi, Kini Sentuh Rp2,90 Juta per Gram
Strategi Investasi Logam Mulia: Menimbang Kekuatan Emas dan Agresivitas Perak