Harga Karet Tak Tumbang di Tengah Musim Panas, Petani Bungo: Sulit Tapi Harus Jalan

Kamis, 16 April 2026 - 11:30:04 WIB - Dibaca: 134 kali

Petani sedang menjual hasil getah karet di di desa Tebat kecamatan Muko - Muko Bathin VII.
Petani sedang menjual hasil getah karet di di desa Tebat kecamatan Muko - Muko Bathin VII. (David)

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Cuaca panas yang melanda dalam beberapa waktu terakhir turut memengaruhi produksi getah karet di Kabupaten Bungo. Meski demikian, para petani masih bisa sedikit bernapas lega lantaran harga jual komoditas tersebut terpantau stabil.

Dalam sepekan terakhir, harga getah karet berada di kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram di tingkat pengepul. Kondisi ini dinilai cukup membantu petani untuk tetap bertahan di tengah berbagai keterbatasan.

Ibnu (60), petani karet asal Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kamis (16/4/2026), mengungkapkan bahwa harga getah karet jenis bantalan saat ini dihargai Rp15.000 per kilogram. Sementara untuk kualitas di luar bantalan bisa mencapai Rp16.000 per kilogram.

“Alhamdulillah, harga masih stabil dalam sepekan ini. Hanya saja, untuk mendapatkan getah cukup sulit karena musim panas,” ujarnya.

Ia menuturkan, meski sebagian petani mulai beralih ke komoditas kelapa sawit, dirinya tetap memilih bertahan menyadap karet. Menurutnya, hasil dari kebun karet masih menjadi sumber utama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Walau harga belum terlalu tinggi, karet masih bisa diandalkan. Kalau tidak menyadap, kami tidak punya pemasukan. Saya tetap optimistis harga ke depan bisa kembali naik seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Senada dengan itu, Harun, petani karet di Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, juga mengaku tetap semangat menyadap karet. Ia menyebut harga saat ini masih stabil dibandingkan beberapa pekan terakhir.

“Minggu lalu masih di angka Rp15.000 per kilogram. Mau tidak mau tetap menyadap karena kebutuhan terus berjalan. Kami yakin harga suatu saat akan naik,” pungkasnya. (Dvd)





BERITA BERIKUTNYA