Cek Endra Apresiasi Haul ke-5 HM Soeharto di Desa Transmigrasi Butang Baru

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:14:15 WIB - Dibaca: 1641 kali


Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Butang Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, saat Haul ke-5 almarhum Haji Muhammad Soeharto yang dirangkai dengan tabligh akbar, Selasa (27/1/2026).
Ribuan jamaah memadati Pondok Pesantren Nurul Huda, Desa Butang Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, saat Haul ke-5 almarhum Haji Muhammad Soeharto yang dirangkai dengan tabligh akbar, Selasa (27/1/2026). (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM,. SAROLANGUN – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda yang berada di kawasan eks transmigrasi, Desa Butang Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Selasa (27/1/2026). Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati lingkungan pesantren dalam rangka mengikuti Haul ke-5 almarhum Haji Muhammad Soeharto, Presiden ke-2 Republik Indonesia.

Kegiatan haul yang dirangkai dengan tabligh akbar ini menjadi momentum penting untuk mengenang jasa serta keteladanan almarhum HM Soeharto, tidak hanya sebagai tokoh nasional, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam pembangunan kawasan transmigrasi dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.

Haul tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dapil Jambi, Cek Endra, serta Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata. Hadir pula pimpinan Ponpes Nurul Huda KH. Rois Amin, para ulama, tokoh masyarakat, santri, serta jamaah dari berbagai wilayah di Provinsi Jambi dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, KH. Rois Amin menegaskan bahwa pelaksanaan haul bukan sekadar agenda tahunan atau seremonial semata. Lebih dari itu, haul menjadi sarana untuk mendoakan almarhum sekaligus mengingatkan generasi penerus agar terus melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam yang telah dirintis sejak awal berdirinya pesantren. Seperti dikutip dari JURNALJAMBI.COM.

“Haul ini kita laksanakan sebagai bentuk rasa hormat dan doa kepada almarhum Haji Muhammad Soeharto. Sekaligus sebagai pengingat agar nilai-nilai keikhlasan, perjuangan, dan dakwah beliau terus hidup dan dilanjutkan oleh generasi penerus,” ujar KH. Rois Amin.

Sementara itu, Cek Endra dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya haul yang berlangsung tertib, lancar, dan sarat makna. Ia secara khusus mengungkapkan rasa terima kasih dan penghargaan atas jasa Presiden ke-2 Republik Indonesia, yang melalui program transmigrasi telah memberikan dampak besar bagi perkembangan wilayah, termasuk Desa Butang Baru.

“Kita patut mengucapkan terima kasih atas jasa Presiden ke-2 Republik Indonesia. Berkat kebijakan dan program transmigrasi di masa beliau, Desa Butang Baru ini diresmikan dan berkembang menjadi desa transmigrasi yang maju, religius, dan penuh kebersamaan seperti yang kita saksikan hari ini,” kata Cek Endra di hadapan ribuan jamaah.

Menurutnya, keberhasilan Desa Butang Baru tidak terlepas dari perpaduan antara kebijakan pembangunan negara dan peran tokoh agama serta masyarakat setempat yang konsisten menjaga nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan keagamaan.

Cek Endra juga berharap agar kegiatan haul semacam ini tidak hanya dilaksanakan di Desa Butang Baru, tetapi dapat menjadi agenda berkelanjutan di wilayah transmigrasi lainnya di Provinsi Jambi.

“Saya berharap haul seperti ini juga bisa dilaksanakan di kawasan transmigrasi lain, seperti Sungai Bahar, Bahar Selatan, dan daerah transmigrasi lainnya. Ini penting untuk menjaga ingatan sejarah, memperkuat nilai keagamaan, serta mempererat persatuan masyarakat,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan, masyarakat, dan pemerintah dalam proses pembangunan daerah. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, moral, dan kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan mental dan spiritual. Pesantren seperti Nurul Huda ini menjadi pilar penting dalam mencetak generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” ungkap Ivan Wirata.

Rangkaian acara haul diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil, doa bersama, serta tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Inayatullah. Tausiyah tersebut semakin menambah suasana religius dan kekhusyukan jamaah yang mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Melalui pelaksanaan Haul ke-5 Haji Muhammad Soeharto ini, diharapkan nilai-nilai keteladanan, keikhlasan, dan perjuangan almarhum terus hidup dan menginspirasi generasi penerus. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan semakin memperkuat peran Pondok Pesantren Nurul Huda sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam, khususnya di Kabupaten Sarolangun dan wilayah transmigrasi lainnya di Provinsi Jambi. (Ahmad)

 

 

 

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #Tebo #Jambi #DPRD #BupatiTebo 

 

Sumber: JURNALJAMBI.COM




BERITA BERIKUTNYA