Bus Listrik Kota Jambi Tetap Gratis hingga Awal 2026, Respons Warga Jadi Pertimbangan Lanjutannya

Jumat, 02 Januari 2026 - 10:47:02 WIB - Dibaca: 1556 kali

Kendaraan listrik di Kota Jambi masih dioperasikan gratis hingga awal 2026.
Kendaraan listrik di Kota Jambi masih dioperasikan gratis hingga awal 2026. (Ahmad)

JAMBIPRIMA.COM,. Jambi – Program transportasi publik berbasis kendaraan listrik milik Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi masih akan beroperasi tanpa pungutan biaya hingga awal tahun 2026. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari tahap uji coba sekaligus upaya mendorong perubahan perilaku masyarakat agar mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.

Sejak pertengahan 2025, Pemkot Jambi telah mengoperasikan tiga unit bus listrik dan tiga unit angkot listrik feeder. Kehadiran layanan ini menjadikan Kota Jambi sebagai daerah pertama di Indonesia yang menerapkan skema Buy The Service (BTS) untuk angkutan kota.

Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan layanan tersebut tetap digratiskan hingga awal Januari 2026. Menurutnya, tahun ini Pemkot lebih memprioritaskan perawatan armada sambil melihat perkembangan minat masyarakat dalam memanfaatkan transportasi publik.

“Sampai sekarang masih gratis. Karena anggaran 2026 mengalami kontraksi, kita fokus maintenance dulu sampai April, sambil melihat perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakan transportasi umum,” ujar Maulana.

Ia menjelaskan, penggratisan tarif bukan hanya kebijakan populis, tetapi merupakan strategi memperkenalkan moda transportasi baru agar masyarakat terbiasa dan merasa nyaman menggunakannya. Jika respons publik terus meningkat, Pemkot membuka peluang menambah alokasi anggaran melalui APBD Perubahan (APBD-P) 2026.

“Kalau animo masyarakat terus meningkat, nanti kita tambah penganggarannya,” tambahnya.

Saat ini bus listrik melayani dua koridor utama, yakni Paal 10 – Terminal Rawasari dan Terminal Alam Barajo – Terminal Rawasari dengan jam operasional mulai pukul 05.30 WIB hingga 20.00 WIB. Meski sama-sama bermuara di Terminal Rawasari, masing-masing armada melintas melalui jalur yang berbeda untuk menjangkau lebih banyak penumpang.

DPRD Soroti Efektivitas Anggaran

Di tengah operasionalnya, program bus listrik ini tetap menuai sorotan dari DPRD Kota Jambi. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Jambi, Zayadi, menilai anggaran sekitar Rp1 miliar yang digelontorkan untuk pembiayaan operasional bus listrik belum tepat sasaran.

Menurutnya, di lapangan masih banyak angkot konvensional yang kondisinya memprihatinkan dan membutuhkan dukungan pemerintah. Ia menyebut setidaknya terdapat sekitar 60 unit angkot yang masih aktif namun belum tersentuh perhatian maksimal.

“Hanya beberapa unit bus listrik sudah menelan anggaran Rp1 miliar. Padahal angkot rakyat masih banyak yang kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar Zayadi.

Zayadi menilai manfaat bus listrik belum sebanding dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan, karena penggunaannya masih terbatas dan hanya dirasakan sebagian kecil masyarakat.

“Kalau anggaran itu dialihkan untuk subsidi angkot, manfaatnya jauh lebih luas. Penumpang merasakan langsung, dan pemilik angkot yang sekarang hidup segan mati tak mau bisa terbantu,” tegasnya.

Ia juga menyinggung keberadaan Terminal Rawasari yang telah menyerap anggaran daerah hingga puluhan miliar. Menurutnya, penguatan angkot justru lebih strategis dalam menghidupkan aktivitas terminal tersebut.

“Tanggung jawab pemerintah adalah memastikan terminal ini hidup. Menurut saya, Rp1 miliar lebih tepat dialokasikan untuk subsidi angkot rakyat, bukan bus listrik,” pungkasnya.

Meski menuai pro dan kontra, Pemkot Jambi memastikan layanan bus listrik tetap beroperasi gratis selama masa evaluasi. Pemerintah optimistis transportasi ramah lingkungan ini dapat menjadi bagian dari solusi kemacetan dan pengurangan emisi, sekaligus membangun budaya baru penggunaan transportasi publik di Kota Jambi. (Ahmad)

 

 

 

 

#Jambiprima.com #Berita #Beritaterkini #GubernurJambi #Jambi #DPRD #WalikotaJambi 





BERITA BERIKUTNYA