JAMBI – Sejak kemarin sampah yang menumpuk di sejumlah titik di Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi secara bertahap diangkut untuk dipindahkan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.
Sekda kota Jambi, A Ridwan pun turut angkat bicara terkait hal itu. Kata Ridwan, hal ini tentu menjadi evaluasi bagi pihaknya.
"Ini akan menjadi evaluasi juga, untuk Pemkot Jambi nanti, untuk dua Kecamatan. Saya cuman dapat sedikit keluhan dari Kecamatan, itu tentang operasional," sebut A Ridwan.
Kata dia, khusus Kecamatan Telanaipura dan Jambi Selatan penanganan sampah sudah sepenuh nya diserahkan ke masing-masing kecamatan.
"Nanti jika ini sukses maka akan ditiru kecamatan lainnya," timpalnya.
Sebab, dengan beralihnya penanganan sampah ke kecamatan sebut nya, akan memudahkan rantai penanganan sampah di Kota Jambi. Sehingga tidak bergantung sepenuhnya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi.
"Jadi kita inginkan peran di Kecamatan, mulai dari mensosialisasikan hingga memberdayakan masyarakat dalam hal penanganan sampah," jelasnya.
Lebih lanjut, terkait masalah penanganan sampah di Kecamatan Telanaipura dan Jambi Selatan itu sambungnya, akan menjadi evaluasi.
"Kadang menjadi keluhan masyarakat, terkait keterlambatan pengangkutan sampah. Maka akan kita tanya dahulu dengan pihak kecamatan maupun DLH," sebutnya.
"Apalagi selama ini, penanganan sampah melekat ke DLH. Sementara sejak peralihan kecamatan kerap ada masalah. Nanti akan kita evaluasi, apakah ada masalah dengan anggaran, pengangkutan dan lainnya," tutupnya.
Sebelumnya, terkesan tunggu viral baru permasalahan sampah di Kota Jambi, diatasi.
Ya, sejak 5 hari belakangan sampah di beberapa titik di Jambi Selatan, Kota Jambi tampak menumpuk.
Seperti di Jalan Raden Wijaya, Kebuh Kopi, Kelurahan Thehok, Jambi Selatan.
Sampah di sana sudah 5 hari menumpuk dan tak baru kemarin bertahap diangkut.
Seorang pedagang di sekitar tumpukan sampah tersebut membenarkan hal itu.
"Sudah 5 hari tak diangkut," kata Sari, seorang pedagang.
Kata Sari, alasan petugas tak angkut sampah lantaran armada sampah yang rusak.
"Tapi itu alasan sudab seminggu lalu," timpalnya.
"Gara-gara sampah ini, dagangan saya sepi," jelasnya.
Kondisi sampah ini menumpuk hampir ke tengah badan jalan.
Selain menumpuk, sampah ini juga mengeluarkan aroma tak sedap. Tentunya hal ini mengganggu kenyamanan dan keindahan Kota Jambi.
Kabid Mobilisasi Persampahan DLH Kota Jambi, Kiki menjelaskan bahwa persoalan sampah di Kecamatan Jambi Selatan merupakan kewenangan kecamatan.
Sesuai peraturan wali kota, dua kecamatan di Kota Jambi, termasuk Jambi Selatan, memiliki tanggung jawab penuh terkait pengelolaan sampah di wilayahnya.
“Sehingga semua armada, petugas termasuk gaji sudah kami serahkan ke kecamatan," katanya, Selasa 19 Desember 2023.
Kiki mengatakan, untuk Jambi Selatan, informasi yang diterima oleh DLH, ada beberapa armada sampah yang mengalami kerusakan.
"Kami beberapa hari lalu sudah memberikan bantuan armada untuk mengangkut sampah di Jambi Selatan. Tapi hari ini (kemarin,red), kami belum bisa memberi bantuan armada karena harus memback-up sembilan kecamatan yang lain. Tapi siang ini, kami akan membantu penanganan sampah di sana," ujarnya.
Dia berharap, agar pihak kecamatan bisa melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan penanganan sampah di wilayahnya. Sehingga tidak dikomplain masyarakat.
Sementara itu, Camat Jambi Selatan, Alfian membenarkan bahwa, sejumlah armada di Kecamatan Jambi Selatan mengalami kerusakan.
“Benar, tiga armada kami alami kerusakan. Namun sudah diperbaiki, dan bertahap mulai kita lakukan pengangkutan hari ini (kemarin,red),” terangnya.