Warga Kelurahan Aur Kenali Tolak Keras Pembangunan Stockpile Batu Bara

Rabu, 01 November 2023 - 18:43:23 WIB - Dibaca: 1956 kali

Warga Kelurahan Aur Kenali Tolak Keras Pembangunan Stockpile Batu Bara
Warga Kelurahan Aur Kenali Tolak Keras Pembangunan Stockpile Batu Bara (CR04)

JAMBI - Puluhan warga yang bermukim di Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, telah menyampaikan penolakan tegas terhadap rencana pembangunan stockpile batu bara di lingkungan mereka, Selasa (31/10/2023).

Aksi penolakan ini digelar dengan pemasangan baleho yang mencerminkan ketidaksetujuan warga terhadap proyek tersebut. Uniknya, aksi ini tidak hanya diikuti oleh warga laki-laki, tetapi juga melibatkan ibu rumah tangga dan anak-anak yang merasa terganggu dengan rencana tersebut.

Stockpile batu bara yang direncanakan dibangun oleh PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) di kawasan Aurduri, Kelurahan Aur Kenali, membuat warga semakin khawatir adalah lokasi stockpile yang cukup dekat dengan pemukiman mereka.

Ketua Forum Warga Aur Kenali, Syarif, menyampaikan bahwa aksi penolakan ini adalah bukti seriusnya warga menentang proyek stockpile batu bara yang direncanakan di tengah pemukiman mereka. Warga sangat mempertimbangkan aspek kesehatan, sosial, dan dampak lainnya yang mungkin akan terjadi jika proyek tersebut dilanjutkan.

Dalam upaya mengekspresikan penolakan mereka, warga telah mengirim surat penolakan kepada sejumlah lembaga dan pejabat terkait, termasuk DPRD Provinsi Jambi, Gubernur Jambi, Wali Kota Jambi, dan DPRD Kota Jambi. Selain itu, pemasangan spanduk dan baleho adalah salah satu upaya warga untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam menolak proyek tersebut.

Warga Kelurahan Aur Kenali menginginkan bukan hanya pembangunan stockpile batu bara, tetapi juga kesejahteraan mereka. Mereka ingin mendapatkan kepastian hukum dari pemerintah dan mengekspresikan ketidaksetujuan mereka terhadap rencana tersebut.

Meskipun pihak Pemkot Jambi telah melakukan penyegelan terhadap lokasi proyek, warga masih merasa belum puas, mengingat masih ada pekerjaan yang dilakukan oleh PT SAS.

Meskipun beberapa ketua RT menyatakan persetujuan terhadap proyek tersebut, warga menyebut bahwa hal ini tidak mencerminkan aspirasi mereka.

Menurut Syarif, ketua RT yang setuju mungkin menyuarakan pendapat pribadi, namun tidak mewakili seluruh warga. Dari 26 RT di Aur Kenali, hanya tiga ketua RT yang menyatakan setuju dengan proyek tersebut, sedangkan mayoritas masyarakat tetap menolak. Forum warga berkomitmen untuk terus berjuang dan menolak rencana tersebut, bahkan jika izin akhirnya diberikan oleh pemerintah.





BERITA BERIKUTNYA