Jambi- Kota Jambi saat ini menghadapi tantangan serius dalam pasokan air bersih akibat kekeringan yang melanda beberapa wilayah.
Bahkan, Perumda Air Minum Tirta Mayang, penyedia air minum di kota tersebut, mengalami kesulitan dalam mendistribusikan air bersih ke sebagian wilayahnya.
Beberapa daerah yang terdampak kekeringan ini terletak di Kecamatan Pelayangan dan Danau Teluk.
Penyebab utama kesulitan dalam penyaluran air adalah kondisi pipa Intake yang sebagian besar menggantung di udara.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang, Dwieke Riantara, menjelaskan bahwa sumber air dari Sungai Batanghari semakin menyusut, sehingga pipa-pipa tersebut kini menggantung begitu saja.
Untuk mengatasi masalah ini, pihak perusahaan air minum sedang mencari solusi.
Salah satu tindakan yang mereka ambil adalah melakukan pengerukan endapan di sekitar pompa sedot intake.
Dengan cara ini, diharapkan aliran air dari sungai bisa kembali lancar dan memasuki pipa-pipa yang kini menggantung di beberapa wilayah, seperti Pasir Panjang, Tanjung Johor, dan Sijenjang.
Namun, sebagai dampak dari kondisi ini, pengaliran air di wilayah Seberang Kota Jambi harus dihentikan sementara selama 8 jam.
Hal ini dilakukan untuk mengalihkan pasokan air ke wilayah lain di sekitarnya agar tetap ada suplai air yang mencukupi.
Pihak perusahaan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan akibat penghentian sementara ini.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mayang juga menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi musim kemarau dan penurunan Sungai Batanghari yang menyebabkan masalah dalam produksi air bersih.
Namun, mereka berharap bisa bertahan hingga akhir Oktober tanpa mengalami penurunan lebih lanjut dalam pasokan air bersih.