JAMBIPRIMA.COM - Hutan hujan tropis merupakan hutan dengan pohon-pohon tinggi dan iklim yang hangat. Hutan ini memiliki struktur vegetatif unik yang terdiri dari beberapa lapisan vertikal pohon termasuk kanopi (tajuk), lapisan bawah, lapisan semak, dan permukaan tanah. Selain itu, hutan hujan tropis biasanya memiliki curah hujan yang tinggi dan memiliki musim kering yang pendek, yaitu lebih dari 1200 mm per tahun. Itu sebabnya hutan ini selalu basah atau lembab.
Hutan hujan tropis bisa ditemui di negara-negara yang berada di garis edar matahari, atau garis khatulistiwa. Indonesia salah satunya. Di Indonesia sendiri hutan hujan tropis banyak di jumpai di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua.
Hutan tropis memberikan banyak manfaat bagi kemanusiaan dan tidak hanya menata iklim saja. Di seluruh daerah tropis, hutan yang utuh memberi manfaat kepada masyarakat dalam bentuk sumber air, energi, pertanian, kesehatan, dan perlindungan dari bencana alam.
Mitos yang mengatakan bahwa hutan harus dikorbankan demi pembangunan ekonomi dan demi ketahanan pangan sangat diyakini, padahal sebenarnya, konversi hutan yang digunakan untuk lahan lain akan menghilangkan peluang memperoleh mata pencaharian rakyat, dan mengancam sektor penting ekonomi, serta menghamabt pembangunan yang berkelanjutan.
Akan tetapi karena adanya aktivitas manusia yang merusak lingkungan seperti penebangan pohon secara ilegal, pembakaran hutan, dan penambangan yang menyebabkan longsor dan rusaknya pepohonan sekitar daerah tambang mengakibatkan Hutan hujan tropis di Indonesia dari tahun ke tahun semakin berkurang.
Analisis kerusakan hutan menunjukkan terdapat berbagai pemicu yang kompleks dan bervariasi tergantung wilayah yang menyebabakan hilangnya hutan. Satu generasi yang lalu, terdapat pendapat yang konvensional bahwa orang miskin adalah agen utama deforestasi. Namun, selama tiga puluh tahun terakhir, pemahaman kami tentang penyebab terjadinya deforestasi telah berubah. Saat ini kemampuan kita sudah lebih baik dalam mencari berbagai penyebab langsung dan tidak langsung deforestasi.
Di negara tropis, terutama pada negara dengan tingkat kerugian hutan tertinggi, sebagian besar deforestasi sekarang diketahui disebabkan oleh pertanian komersial berskala besar yang merespon permintaan komoditas yang diperdagangkan secara global seperti daging sapi, kedelai, minyak sawit dan pulp dan kertas. Tapi pemicu lain, seperti penebangan liar, dan konversi hutan untuk pertanian subsisten skala kecil, juga masih berdampak signifikan.
Dengan berkurangnya hutan hujan tropis maka akan memiliki dampak negatif yaitu:
Perubahan Iklim dan Pemanasan Global
Dampak kerusakan hutan yang pertama adalah perubahan iklim dan pemanasan global.
Pemanasan global adalah kondisi peningkatan panas rata-rata di seluruh permukaan bumi akibat gas rumah kaca yang meningkat di atmosfer. Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (N2O), metana (CH4), dan freon (SF6, HFC dan PFC) mempunyai peran untuk menjaga suhu planet ini tetap hangat agar cocok untuk hidup. Kondisi suhu yang naik akibat gas rumah kaca bertambah seiring penggunaan bahan bakar fosil dan penebangan hutan mengakibatkan ketidakstabilan iklim dan menimbulkan fenomena perubahan iklim.
Oksigen (O2) merupakan gas yang berperan penting untuk menyokong kehidupan di bumi,Dimana hutan adalah produsen terbesar yang menghasilkan gas tersebut. Selain itu,hutan membantu menyerap gas rumah kaca yang menjadi penyebab terjadinya pemanasan global. Itulah sebabnya mengapa ada istilah yang mengatakan bahwa hutan adalah paru-paru bumi.
Penyebab Banjir Besar
Semakin maraknya penebangan liar akan membuat hutan semakin gundul, hal ini tentu akan menjadi pemici terjadinya banjir besar dan juga banjir bandang. karena sedikitnya pohon yang terdapat dihutan tidak akan mampu menyerap air hujan. Sehingga saat hujan datang, air akan meluap karena tidak bisa diserap oleh akar pohon.
Bencana kekeringan
Bencana kekeringan bisa terjadi karena kerusakan hutan. Saat pohon jumlahnya hanya sedikit, air yang diserap pun hanya sedikit. Sehingga air tanah juga menjadi sedikit. Air tanah yang sedikit bisa menyebabkan alam terkena bencana kekeringan.
Penyebab Tanah Longsor
Tumbuhan dan Pohon di Area hutan akan menjadi penguat struktur tanah, jadi saat terjadi hujan deras, air tidak langsung mengenai tanah sebab akar pohon akan menjadi penyerap air hujan. Namun kerusakan hutan dan penggundulan hutan akan menjadi pemicu terjadinya tanah longsor besar. sebab sudah tidak adalagi akar tanaman yang mampu menyerap air hujan.
Terganggunya siklus air
Kita tahu bahwa pohon memiliki peranan yang penting dalam siklus air, yaitu menyerap curah hujan serta menghasilkan uap air yang nantinya akan dilepaskan ke atmosfer. Dengan kata lain, semakin sedikit jumlah pohon yang ada di bumi, maka itu berarti kandungan air di udara yang nantinya akan dikembalikan ke tanah dalam bentuk hujan juga sedikit.
Dengan dampak begitu besar akan menjadi permasalahan besar juga baik di masa sekarang maupun yang akan datang jika tidak segera ditangani. Harpan penulis kepada pemerintah supaya segera memaksimalkan kinerja baik dari sistem hingga sampai aktor pelaksanaanya yang memungkinkan berkurangnya kerusakan hutan hujan tropis dan bagi masyarakat disekitar hutan supaya melakukan reboisasi atau melakukan penghijauan kembali ketika menebang pohon agar alam menjadi hijau hingga hutan berfungsi sebagaimana mestinya. (*)