Maulana Minta Target SPBE 2022 Meningkat

Kamis, 01 September 2022 - 10:00:44 WIB - Dibaca: 1381 kali

Wakil Walikota Jambi, Maulana
Wakil Walikota Jambi, Maulana (Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kota Jambi menjadi salah satu kota yang mendapatkan pendampingan khusus dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informasi, dalam rangka evaluasi program gerakan menuju 100 Smart City 2021.

Dalam surat yang diterima pihak Diskominfo Kota Jambi, Nomor B-004/DJAI/AI.01.04/01/2022 perihal pemberitahuan evaluasi, bahwa Kota Jambi teprilih pada Program Gerakan Menuju 100 Smart City 2017-2019.

“Terdapat 97 kabupaten/kota yang mengisi kuesioner (self-assessment) online pada tautan

smartcity.layanan.go.id dan menghadiri kegiatan evaluasi yang telah diselenggarakan pada Desember lalu,” kata Kadis Kominfo Kota Jambi, Abu Bakar, kemarin (31/8).

Kata dia, dalam surat tersebut, penilaian evaluasi terhadap implementasi program smart city di 100 Kota/

Kabupaten yang terpilih melalui program Gerakan Menuju 100 Smart City diukur berdasarkan 5 dimensi, dengan formulasi perhitungan yang berbeda.

“Pertama Baseline dengan bobot 10 persen, menggambarkan nilai improvement yang diperoleh berdasarkan hasil evaluasi Implementasi Masterplan dan Quick Win Smart City Tahun 2021,” terangnya.

Kemudian, Output dengan bobot 20 persen, mencakup terbentuknya pondasi untuk pelaksanaan program smart city, untuk menilai sejauh mana pemerintah kota/kabupaten menyiapkan kebijakan, kelembagaan, serta anggaran untuk program smart city.

“Selanjutnya Outcome dengan bobot 30 persen, mencakup pelaksanaan rencana yang ada di masterplan smart city, untuk menilai sejauh mana setiap rencana dijalankan oleh pemerintah daerah,” terangnya.

Selanjutnya, mengenai Impact dengan bobot 20 persen, mencakup manfaat yang dirasakan masyarakat atas

implementasi program smart city, untuk mengukur manfaat dan perbaikan pelayanan publik bagi masyarakat, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan program yang telah berjalan.

“Terakhir itu Program Percepatan atau Quick Win dengan bobot 20 perseb, mencakup tingkat inovasi program percepatan smart city, untuk menilai kreativitas dan daya inovasi pada program percepatan (Quick Win),” jelasnya.

Kata dia, hasil penilaian dari lima dimensi tersebut dikategorikan menjadi dua, yakni Indeks Pencapaian atau Rata-rata Bobot (performance) merupakan tingkatp embangunan smart city dari masing-masing daerah. 

“Indeks Pencapaian diperoleh dengan menghitung rata-rata Baseline, Output, Outcome, Impact, dan Quick Win,” terangnya.

Kemudian Indeks Peningkatan (Tingkat Improvement) merupakan tingkat perbaikan yang terjadi pada tiap daerah setelah mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City. “Indeks Peningkatan (Tingkat Improvement) diperoleh dengan menghitung selisih antarar ata-rata Baseline, Output, Outcome, Impact, dan Quick Win terhadap nilai tahun lalu,” jelasnya.

Untuk itu nilai final evaluasi Smart City Kota Jambi tahun 2021 berjumlah 3,15. Angka ini mengalani kenaikan dibandingkan tahun 2020, berjumlah 2,90. “Tentu banyak perbaikan yang kita lakukan, saat ini juga kita sedang lakukan evaluasi internal dan belum selesai,” tutupnya. 

Sementara sebelumnya, Wakil Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan dalam Rancangan Perubahan RPJMD Kota Jambi 2018-2023 dijelaskan, bahwa pemerintah menginginkan adanya penguatan birokrasi dan peningkatan pelayanan masyarakat berbasis tekhnologi informasi (TI). Dalam rencana itu, pemerintah juga mentargetkan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2022 dengan nilai 3. "Tahun 2021 itu targetnya diangka 2,90. Tahun ini kita harapkan meningkat," katanya. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA