JAMBIPRIMA.COM, JAMBI- Wakil Walikota Jambi Maulana membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Perkantoran, Lingkup Pemerintahan Kota Jambi 2022. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Diklat BKD Kota Jambi, Senin (29/8).
Ada 40 perserta yang selama 6 hari kedepan akan diberikan materi manajemen kantor baik itu manajemen Sumber Daya Manusia (SDM), metode, dan pengelolaan sumber keuangan.
Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan, pada prinsipnya harus beradaptasi dengan perubahan-perubahan dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
“Maka kita akan terus memberikan pemahaman tentang Good Government, bagaimana tata kelola perkantoran yang baik,” kata Maulana.
Materi pelatihan disampaikan beberapa pihak, termasuk dari Kejaksaan untuk menyampaikan perihal pertanggungjawaban keuangan.
Dengan mengikuti diklat dan pelatihan pemahaman manajemen perkantoran sebut Maulana, diharapkan menjadi lebih baik, dan dapat diterapkan di kantor masing-masing peserta.
Target yang ingin dicapai kata Maulana, peserta pelatihan harus memahami betul bagaimana hubungan interpersonal antar mereka dan bagaimana manajemen sumber daya manusia (SDM) untuk mencapai tujuan organisasi.
“Karena masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) mempunyai target," kata Maulana.
Tolak ukur keberhasilan kinerja saat ini kata Maulana, tidak hanya dinilai dari outcome saja tetapi juga dinilai dari impact (dampak).
Bagaimana dampak program ataupun kegiatan yang dilaksanakan OPD masing-masing memberikan dampak yang besar terhadap perbaikan pelayanan kepada masyarakat. Memberikan dampak peningkatan derajat pendidikan kesehatan atau peningkatan kesejahteraan UMKM dan lain sebagainya.
“Inilah tujuan dari pelatihan tersebut," ujarnya.
Mutu pendidikan para aparatur sipil negara (ASN) di Kota Jambi sebelum Covid-19 kata Maulana, selalu yang tertinggi. Hal tersebut didukung dengan sarana dan prasarana yang layak dan memadai.
“Karena pandemi 2 tahun terakhir banyak diklat yang tidak dapat dilaksanakan karena itu saat ini pemerintah kota Jambi memulai medorong pendidikan untuk ASN,” sebutnya.
OPD tekhnis yang punya keterampilan khusus juga harus melakukan dan mengikuti pelatihan-pelatihan teknis yang dilaksanakan OPD-nya masing-masing.
“Kalau kerja saja tanpa dilatih akan ketinggalan cara kerjanya, kita butuh loncatan untuk kerja lebih maksimal," katanya. (Ahmad)