Harganas 29, Fasha Ajak Perangi Stunting

Jumat, 26 Agustus 2022 - 12:07:33 WIB - Dibaca: 1396 kali

Wali Kota Jambi hadiri acara Harganas 2022
Wali Kota Jambi hadiri acara Harganas 2022 (Foto: Ahmad )

JAMBIPRIMA.COM | JAMBI – Banyak pesan yang disampaikan Wali Kota Jambi, Syarif Fasha, saat menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 Kota Jambi, Kamis (25/8) kemarin, di halaman belakangan kantor Wali Kota Jambi.

Di antaranya adalah, mengajak masyarakat Kota Jambi untuk dapat mencegah stunting. Di mana pada peringatan Harganas kali ini mengambil tema ‘ayo cegah stunting agar keluarga bebas stunting’, diharapkan tidak hanya sebagai bentuk simbolis saja.

“Tetapi harus ada tindakan nyata,” kata dia.

Ditambahkan Fasha, stunting merupakan ancaman hilangnya satu generasi. Untuk itu ia mengajak agar dapat memanfaatkan kesempatan mencegah stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

“Kunci sukses dalam pencegahan stunting ialah pemenuhan gizi seimbang pada ibu hamil dan menyususi. Saya ingatkan lagi, kesempatan untuk mencegah stunting itu ada pada 1.000 HPK. Kunci sukses untuk tidak stunting, adalah gizi seimbang dan gizi seimbang itu tidak mahal,” jelas Fasha.

Menurutnya, program keluarga berencana bukan sekadar program pengendalian pertumbuhan penduduk semata. Tetapi juga program pengaturan kelahiran, pengasuhan anak secara sehat dan manusiawai.

“Kita harus dapat mencegah stunting, menurunkan jumlah kematian ibu ketika melahirkan dan juga menurunkan jumlah kematian anak ketika dilahirkan atau saat masih usia balita,” sebutnya.

“Ini adalah misi kemanusiaan yang mulia. Misi kemanusiaan yang hakiki dan wajib hukumnya untuk kita jalankan dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” timpalnya.

Tentunya, Fasha berharap, bahwa momentum ini dapat membuka nurani keluarga dan masyarakat Kota Jambi khususnya, untuk lebih memberikan perhatian terhadap peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga dalam suasana komunikasi dan interaksi yang harmnonis.

“Yang pada akhirnya akan memberikan ketahanan keluarga yang baik. Untuk itu perlu diwujudkan komunikasi yang lebih terbuka di antara anggota keluarga itu sendiri maupun dengan masyarakat di lingkungannya. Dengan keluarga kecil hal terseut akan lebih mudah diwujudkan menjadi kenyataan,” terangnya.

“Saya imbau pengelola KB di Kota Jambi agar meningkatkan kinerja, memberikan pelayanan ke mayarakat dengan baik. Pilihlah metodelogi dan cara tepat, lindungi hak asasi manusia, termasuk hak reproduksi dan hak kaum permepuan untuk terbebas dari kekerasan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PPKB Kota Jambi, Irawati Sukandar mengatakan, Pencegahan kasus stunting menjadi prioritas bagi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, selaku leading sektor.

Ada banyak penyebab terjadinya stunting. Mulai dari faktor lingkungan, limbah plastik dan 1.000 hari kehidupan. Penting untuk terus aktif membina dan memberi penyuluhan, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dan kader kelompok untuk mengasuh serta membina tumbuh kembang anak.

"Upayanya, melalui kegiatan stimulasi fisik, mental, intelektual, emosional, spiritual, sosial dan moral. Diharapkan mampu mencetak generasi masa depan yang sehat dan punya gizi yang cukup. Tentu,dengan hal ini dapat mencegah terjadinya kasus stunting di Kota Jambi," katanya.

Pada kegiatan itu, turut pula diadakan kegiatan pelayanan KB gratis, vaksin booster Covid-19, pelayanan iva test, pelayanan donor darah, pelayanan kesehatan (P3K), dan Bazzar UPPK-UMKM. (Ahmad)





BERITA BERIKUTNYA