JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI - Kabar Limbah PT Inti Bara Nusalima (IBN) yang di duga sudah mencemari anak sungai plaju 2 Kecamatan Batin 24, Kabupaten Batanghari menjadi buah bibir masyarakat setempat.
Pasalnya, sebelum PT IBN berdiri masyarakat Desa Simpang Karmio masih bisa menikmati air bersih yang berada di anak sungai plaju 2 untuk di komsumsi, namun saat ini masyarakat Desa Simpang Karmio, khususnya warga Rt 05 tidak bisa menikmati air bersih seperti biasanya yang diduga kuat sudah tercemar oleh limbah PT IBN.
Kepala Desa Simpang Karmio, Surisman saat di temui di ruang kerjanya, selasa (16/03/21) menuturkan, semenjak PT IBN itu berdiri, air sungai itu tidak bisa di komsumsi masyarakat, air sungai plaju 2 cuma bisa di pakai utuk mencuci.
“ Semenjak Stockpel itu berdiri, air sungai plaju 2 tidak bisa di komsumsi lagi oleh masyarakat sini, apalagi kalau musim hujan, air itu tidak layak di komsumsi oleh masyarakat,” Ujarnya.
Dikatakan Kades lagi, ketika musim hujan dan musim panas kondisi sungai plaju 2 sangat memprihatinkan.
“ Waktu musim kemarau air sungai itu hitam, mungkin itu karna debu batu bara, tapi kalau musim hujan air sungai itu keruh, seperti air susu bercampur lumpur. Kalau di komsumsi pasti tidak baik untuk masyarakat disini. Sebelum PT IBN itu berdiri air sungai plaju 2 lah yang di komsumsi masyarakat, namun sekarang tidak bisa lagi ,” sebutnya
Kades menambahkan, Pemeritah Desa Simpang Karmio sempat mengajukan 4 buah sumut bor ke PT IBN untuk masyarakat setempat.
“ Kita dari pemerintah desa Simpang Karmio mengajukan 4 sumur BOR ke PT IBN, tapi PT IBN cuma merealisasikan dua sumur bor, dengan kondisi air sungai yang keruh, dua sumur BOR itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sini,” Terangnya
Sementara itu, salah satu warg Simpang Karmio mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pokdar Kamtibmas yang sudah mau membantu menyelesaikan permasalahan di sini.
“ Saya sangat beterima kasih dengan abang abang dan ayuk yang sudah mau membantu masyarakat di sini, kami disini tidak tau lagi mau ngadu sama siapa lagi, sekali lagi kami sangat berterima kasih banyak," ucapnya. (indra)
TNI Polri Bersama Warga Desa Bunga Tanjung, Bangun Embung Sederhana Guna Suplai Air Antisipasi Karhu
Bangun Kampung Tangguh, Dua Desa di Muaro Jambi Diberi Reward Kapolres AKBP Ardiyanto
Kades Mengupeh Akui Ada Setoran Dari Depot Karet PT. Kirana Rp 900 Ribu Per Bulan
Warga Pertanyakan Kontribusi 6 Perusahaan Besar di Desa Mengupeh
Bertekad Majukan Desanya, Tokoh Muda Ini Siap Berkompetisi di Pilkades Muara Singoan
BPD Kunangan dan Sungai Bengkal Barat di Lantik, Ini Harapan Camat Tebo Ilir
Pasca Kebakaran, Camat Tengah Ilir Surati Dinsos dan BPBD Tebo