Sungguh Miris, Diduga Oknum Mantan Kades Memperkaya Diri

Senin, 04 Januari 2021 - 19:55:28 WIB - Dibaca: 2673 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI - Penyalagunaan dana desa, kembali terjadi di wilayah Kabupaten Batanghari, kali ini melibatkan oknum mantan Kepala Desa Olak Besar, bernama Muhammad Atik, Atik di duga menggelapkan Dana  Usaha Milik Desa (BUMDES) yang bersumber dari Anggaran Dana Desa Tahun 2018 sebesar Rp262.776.000.

Raipnya dana ini, sudah terendus oleh masyarakat beberapa bulan yang lalu, bahkan masyarakat sudah membuat pengaduan, hingga kini, sudah di bawah rapat bersama pihak badan permusyawaratan desa tersebut. Dana yang diduga gelapakan mantan oknum kades sebesar Rp150.000.000 rupiah.

Salah satu warga, Desa Olak Besar enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi dikediamannya.

Menuturkan Dana Untuk Badan Usaha Milik Desa, seperti mati suri, uang yang dianggarkan dari anggaran dana desa sebesar Rp262.776.000, untuk kemajuan Desa Olak Besar tidak berjalan semestinya.

“Bumdes disini mati suri bang semenjak tahun 2019 bulan tujuh, Dana yang dianggarakan desa untuk mensejahterakan  masyarakat disini tidak berjalan, dana tidak tau kemana arah,” Tuturnya.

Di tempat terpisah, Direktur Bumdes Desa Olak, saat dikonfirmasi mengatakan, Bumdes tidak berjalan dikarekan dana Bumdes di pinjam oknum kades sebesar Rp115.000.000 rupiah, untuk keperluan Bumdes, dan kades pinjam modal Rp10.000.000 untuk modal DO sawit.

Dia dan ada pengembalian kas Bumdes ke pemerintahkan  desa sebesar Rp30.000.000, sewaktu dia masih menjabat Kepala Desa.

“ Uang Bumdes di pinjam kepala desa sebesar Rp115.000.000 bang, yang di kembalikan mantan kades cuman Rp5.000.000, ada juga dia pinjam modal untuk modal DO, sawit dia sebesar Rp10.000.000 dan ada uang  kas Bumdes yang kami serahkan sama kades sebesar Rp30.000.000, sewaktu dia menjabat kepala desa,” kata Direktur Bummed.

Dikatakan Iskandar, Uang yang dipinjam mantan kepala desa dipergunakan untuk DP satu unit mobil, untuk keperluan Bumdes. 

“Kalau perencanaa awal, alasan kades untuk dipergunakan DP mobil, karena Bumdes kita awal nya DO sawit, demi mendapat keuntungan lebih besar, kades berinisiatif Dana Bumdes untuk di pergunakan DP mobil, tapi hingga saat ini mobil yang di DP kades tidak ada, malahan mobil yang ada mobil pribadi kades bang," Ucapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, sang mantan Kepala Desa Olak Besar, belum bisa di hubungi melaluli seluler,"Pungkasnya. ( indra )





BERITA BERIKUTNYA