JAMBIPRIMA.COM, MUARA BUNGO - Kenetralan Pj Bupati Bungo, Akhmad Bestari, mulai disorot. Pasalnya, saat Pelepasan kontingen Arung Jeram di halaman Rumah Dinas Bupati Bungo, para peserta terlihat bebas memakai masker bergambar paslon petahana, Hamas- Apri.
Padahal diketahui, rumah dinas dan zona pemerintahan seyogyanya harus bersih dari alat peraga kampanye salah satu pasangan calon.
Saat dikonfirmasi terkait hal ini, Pjs Bupati Bungo, Ahmad Bestari berkilah bahwa kegiatan tersebut merupakan pelepasan kontingen atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bungo. Adanya pemakaian masker salah satu pasangan calon di kegiatan tersebut, Bestari mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

" Saya tidak tahu kalau adek-adek ini pakai masker itu, mungkin ada yang memberi, itu saya sampaikan itu diluar (politik)," katanya
Dikatakan Pj. Bupati lagi, saya tidak tahu kalau adek-adek ini pakai masker Paslon, mungkin ada yang memberi. Kita tegaskan ini tidak ada kaitannya dengan Paslon.
Sementara itu, A Khoiri selaku ketua FAJI Bungo mengklaim bahwa kegiatan itu tidak ada kaitannya dengan politik.
" Ini bukan kegiatan Pemkab, ini kegiatan olahraga. Ini bukan kegiatan politik," ujarnya.
Terkait pemakaian masker salah satu pasangan calon, Khoiri berkilah bahwa masker itu banyak dibagikan.
" Masker ini banyak dimana-mana, dipinggir jalan banyak yang bagi-bagi," ujarnya seraya menunjuk masker yang dipakainya bergambar salah satu Paslon.
Saat disampaikan bahwa rumah dinas harus steril dan netral dari segala bentuk identitas politik, dia meminta hal tersebut jangan dipolitisir.
Namun berdasarkan pantauan, seluruh peserta yang mengikuti pelepasan kontingen FAJI tersebut memakai masker yang bergambar salah satu Paslon.
"Jangan kau politisirlah ini," katanya.
Sementara itu Abdul Hamid, Ketua Bawaslu Bungo saat dikonfirmasi menyayangkan sikap pemerintah daerah Kabupaten Bungo yang tetap melanjutkan kegiatan tersebut meskipun Ia mengetahui ada identitas salah satu pasangan calon.
" Kita sangat menyayangkan sikap dari pemerintah daerah yang membiarkan adanya alat peraga kampanye di zona pemerintah daerah," ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya akan mengklarifikasi kepada instansi terkait kegiatan tersebut khususnya kepada Pj. Bupati Bungo.
" Kita minta kepada Pj. Bupati untuk segera mengklarifikasi kepada instansi terkait khususnya Disparpora," katanya.
Abdul Hamid juga mengimbau agar Pj. Bupati bertindak lebih tegas, jika ada kegiatan yang menggunakan fasilitas negara agar ditertibkan.
"Kita juga menghimbau Pj. Bupati lebih tegas jika ada kegiatan yang berada di wilayah pemerintahan agar ditertibkan dari alat peraga kampanye," tegasnya.
Dirinya kembali menegaskan bahwa wilayah pemerintahan harus bersih dari alat peraga kampanye atau netral, dan bukan merupakan zona kampanye. (tim)
Ingin Terus Maju, Warga Kualabetara Satukan Suara Menangkan MULIA
Tiga Desa di Kecamatan Kuala Betara Siap Menangkan Mulyani- Amin
Kali Ini Tomas Desa Sungai Dualap Nyatakan Sikap Dukung Mulyani-Amin
Meski Sudah Damai, Proses Hukum Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Tetap Berlanjut
Jangan Golput, SZ: Pilihlah Kandidat yang Bekerja dan Bisa Membenahi Bungo