JAMBIPRIMA.COM, MUARA BUNGO - Menangkis serangan lawan yang menyebutkan dirinya sebagai biang kerok batalnya pemekaran Bungo, akhirnya Sudirman Zaini (SZ) angkat bicara.
"Saat itu, tim dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri) datang ke Bungo untuk mensurvei sejauh mana kesiapan pemekaran. Lalu, tim ditemani Asisten 1 melihat lokasi, disana tim dari Jakarta mendapati belum ada legalitas dari lokasi yang akan dijadikan kabupaten tersebut," tegasnya.
Pria yang kini kembali maju di Pilbup Bungo bersama Dr Erick Muhammad Henrizal ini menjelaskan, legalitas yang dimaksud adalah belum adanya sertifikat tanah dan belum ada pembebasan lahan. Padahal, syarat ini wajib hukumnya jika menginginkan pemekaran.
" Kemudian tim juga menanyakan batas antara kota dan kabupaten yang akan dimekarkan. Sayangnya, hal ini juga belum jelas," kata SZ.
Dia juga menegaskan, jadi jangan saya dibilang menolak pemekaran. Jelas sesuai dengan Undang-undang pada waktu itu, kedua legalitas dan batas tanah harus siap 100 persen.
Dijelaskan SZ lagi, pada waktu itu dirinya malah sudah menyiapkan dengan matang sehingga Kabupaten Bungo siap dimekarkan. SZ mengaku kalau suatu saat Bungo pasti dimekarkan, karena itulah, SZ terlebih dahulu menyiapkan insfratuktur dan hal lainnya.
"Saya menyiapkan insfrastruktur Kota Bungo sebaik mungkin dan betul-betul siap menjadi Kota dan Kabupaten Bungo," jelas SZ.
Lebih jauh dikatakan SZ, persiapan yang dilakukannya adalah dengan pembenahan fasilitas air minum, jalan kota dan perpanjangan landasan serta renovasi bandara. Dengan demikian, ketika menjadi kota tidak akan ada masalah lagi.
"Saya tidak mau memaksakan pemekaran seperti di Kabupaten Kerinci, yang akhirnya Bupati-nya yang masuk penjara. Tentu saya tidak mau masuk penjara akibat dari pemekaran tersebut," beber cabup yang dikenal bapak pembangunan PTM ini.
Menyikapi serangan lawan politik yang mengungkit pemekaran Bungo, diapun balik bertanya kenapa era kepemimpinan Bupati Mashuri, pemekaran tidak diupayakan.
" Kalau beginikan mereka ibarat melempar bola ke dinding, masyarakat sudah cerdas memaknai pribahasa itu. Padahal saat debat 2015 lalu mereka yang janji akan mekarkan kabupaten menjadi kota," katanya. (TMC)
Mulyani - M. Amin Imbau Pendukung dan Relawan Tanjabbar Tak Terlibat Narkotika
HUT Tebo ke- 21, Dewan Teruskan Aspirasi SBSI Tebo ke- Pusat
Bangun Jalan Jalur Dua, Bukti Nyata SZ Mampu Tarik Dana Pusat
Cek Endra Wajibkan Pejabat Pemkab Sarolangun Sholat Berjama'ah
Jalan Harmoko di Timbun, Warga Dua Desa Ini Siap Menangkan Mulyani-Amin
Jasa Sudirman Zaini dalam Membangun, Selalu Diingat Masyarakat Jujuhan Ilir
Diundang Para Ulama, M. Amin Sampaikan Salah Satu Visi- misi Mulyani - Amin