Diskoperindag Laporkan Pangkalan Gas Melon Ke Pertamina, YLKI ; Diskoperindag Jangan Sekedar Surat,

Senin, 27 Juli 2020 - 19:49:29 WIB - Dibaca: 2025 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, TANJABBAR - Terkait Pangkalan Gas Elpiji 3 Kg Marwiyah, Diskoperindag Tanjabbar datangi Pangkalan dan melaporkan ke Pertamina dan Agen. Akan tetapi, YLKI Tanjabbar berharap Diskoperindag jangan hanya sekedar menyurati, tetapi datangi langsung kekantor Pertamina.

" Hasil hari ini, kita sudah ketemu beberapa masyarakat, itu yang kita himpun dan akan kita laporkan ke Jambi," kata Yeni Warni, Kabid Perdagangan Diskoperindag Tanjabbar, Senin (27/7).

Dikatakannya, pihaknya dalam hal ini hanya selaku pengawasan, yang berhak mengambil tindakan ialah Agen-nya dan Pertamina.

"Jadi gini, Pangkalan ini kan kontraknya antara Pertamina dan Agen, Dinas hanya melakukan pengawasan, nanti hasil pengawasan kita, itu yang kita laporkan ke Jambi," kilahnya.

Menanggapi hal ini, YLKI Tanjabbar harapkan Diskoperindag bertindak tegas, jangan hanya sekedar melaporkan.

"Kami dari YLKI mengharapkan Diskoperindag untuk bertindak tegas, jangan hanya sekedar untuk melaporkan. Kalau hanya sekedar melaporkan berarti kita kan tetap menunggu hasil nih. Hal ini jelas, fakta yang terjadi di lapangan dan hasil turun kelapangan oleh Diskoperindag yang diwakili oleh ibu Yeni selaku Kabidnya jelas kok, Masyarakat ngadu bahwa tidak pernah dapat Gas disini," harap Hamka, Ketua YLKI Tanjabbar.

Merasa bukti-bukti dan fakta di lapangan sudah jelas dilanggar Pangkalan, Hamka meminta Diskoperindag datang langsung ke Pertamina menyampaikan laporannya.

"Yang kedua juga jelas melanggar aturan yang sudah dibuat oleh Diskoperindag, dimana, Pangkalan menjual diatas harga HET. Jadi saya pikir Diskoperindag jangan hanya sekedar melaporkan, tapi harus mengambil tindakan langsung datang ke Pertamina melaporkan, jangan hanya sekedar surat, jelas kok sudah pelanggaran yang dibuatnya," pinta Hamka agar Diskoperindag lebih kooperatif terhadap laporan Masyarakat.

Pantauan di lokasi, Pangkalan tersebut tutup ketika pihak Diskoperindag dan Kepolisian beserta YLKI mendatangi Pangkalan Marwiyah tersebut. (mr)





BERITA BERIKUTNYA