Bupati Al Haris Nazar Potong Kerbau, Ini Sebabnya

Selasa, 23 Juni 2020 - 00:10:02 WIB - Dibaca: 1837 kali

Bupati Al Haris saat memantau aktivitas warga di pasar rakyat Merangin
Bupati Al Haris saat memantau aktivitas warga di pasar rakyat Merangin ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Apabila Pasien positif COVID-19 di Kabupaten Merangin yang sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kol Abundjani Bangko tidak ada yang meninggal dunia, Bupati Merangin, Al Haris bernazar akan memotong satu ekor kerbau. Hal ini disampaikannya saat memantau kepatuhan New Normal para pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di Pasar Rakyat Merangin, Selasa (23/6).

" Nanti akan saya ajak seluruh pasien COVID-19 Merangin yang sudah sembuh untuk hadir, berdoa bersama dan bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kesembuhan dari wabah Corona ini," kata Bupati.

Pemkab Merangin, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan upaya penyembuhan terhadap para pasien COVID-19 sampai tuntas dan sampai Corona benar-benar hilang dari Bumi Tali Undang Tambang Teliti Kabupaten Merangin.

" Insya Allah hari ini (Selasa 23/6), pasien positif COVID-19 Merangin sudah dinyatakan sembuh semua. Meskipun demikian, kita akan tetap melakukan proses pencegahan,’’ ujar Bupati.

Kendati semua pasien positif COVID-19 di Merangin dinyatakan sembuh, pihak Pemkab masih akan dilakukan penjagaan dan mewaspadai orang-orang baru, yang mungkin saja masuk ke wilayah Merangin yang berpotensi timbulnya cluster baru.

Sebagai langkah antisipasi, Bupati Al haris meminta seluruh masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan COVID-19, dengan selalu menggunakan masker, jaga jarak dan sering-sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

" Saya sampai tengah malam, mengecek aktivitas pedagang Pasar Rakyat tempat bongkar muatan sayur, untuk memastikan protokol kesehatan COVID-19 dalam tatanan New Normal berjalan semestinya,’’ ungkapnya.

Dari hasil pantauan itu, terang Bupati, ternyata sekitar 90 % masyarakat sudah mulai patuh menerapkan protokol kesehatan, masih ada satu dua orang yang belum patuh dan sadar tentang pentingnya mengikuti protokol kesehatan COVID-19.

"Ini adalah tugas kita semua. Saya minta kepada Gugus Tugas agar Posko di Pasar dipindahkan ke tengah pasar dan petugasnya harus standby 24 jam secara bergiliran dari masing-masing instansi,’’ sebutnya. (Lil)





BERITA BERIKUTNYA