Masuk Masjid Pakai Sepatu, Aksi Kandidat Calon Walikota Fikar Azami Dikritik

Sabtu, 04 April 2020 - 21:16:05 WIB - Dibaca: 30814 kali

(Saudi Arabia/Jambione.com)

Jambione.com, SUNGAIPENUH - Aksi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sungai Penuh, Fikar Azami, yang juga Kandidat Calon Walikota Sungai Penuh, melakukan penyemprotan Disinfektan, untuk mencegah wabah Virus Corona atau Covid-19 di Masjid Raya Rawang, menuai kritikan dari sejumlah tokoh Di Kota Sungai Penuh dan Rawang. 

Pasalnya beredar foto Aksi penyemprotan yang dilakukan kandidat Calon Calon Walikota Sungai Penuh itu, memakai sepatu masuk masjid sehingga sajadah dalam mesjid diinjak-injak sehingga terkesan mengotori mesjid. 

Foto menuai banyak komentar dari warganet seperti akun Defitra Eka Jaya Dej yang merupakan salah satu tokoh pemuda di Sungai Penuh.  Dalam akunnya dia menyampaikan ucapan Terima kasih kepada orang orang yang sudah melakukan penyemprotan di mesjid raya rawang.

"Lain kali kalau bisa sepatu dibuka karena meskipun wabah corona melanda namun mesjid tetap tempat suci umat muslim yg harus kita hormati,"tulisnya sambil mengeshere Video Fikar Azami saat melakukan penyemprotan Disinfektan. 

Barangkali salah satu petugas penyemprot ada calon calon pemimpin mungkin belajarlah utk bisa menghargai mesjid sebelum anda bisa menghargai rakya. 

"Kalau bisa diperbanyak mesin semprot dibandingkan kamera yg mengfoto foto kegiatan semprot diisinfektan, karena kalau banyak betul yang moto nantin yang sudah disemprot kotor dan berkuman lagi karena diinjak injak,"tulisnya lagi. 

Hal senada juga dikritik Tokoh Muda Rawang, Fesdiamon, dia menilai bahwa Memakai Sepatu Di Masjid terkesan tidak menghargai rumah Allah. Dia mendesak agar Fikar Segera minta maaf. Baginya ini adalah persoalan umat Islam karena berhubungan dengan tempat ibadah, ditambah lagi masjid raya Rawang adalah masjid yang sangat dihormati masyarakat.

"Ini bukan persoalan politik, tapi ini menyengkut umat dan rumah ibadah umat Islam. Saya mengutuk tindakan oknum yang masuk masjid tanpa melepaskan alas kaki. Fikar segeralah minta maaf,"ucapnya.

Setelah kejadian tersebut, Fikar Azami, menyampaikan klarifikasi terbuka di Akun Facebooknya. Dia menyampaikan Terkait dengan kegiatan penyemprotan disinfektan yang dilakukan PMI sungai penuh di masjid raya rawang yang menjadi viral saat ini, bahwa memang benar kami telah melakukan penyemprotan dengan petugas yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) dan masuk ke dalam bangunan masjid raya rawang. 

"Semua yang kami lakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yg telah ditetapkan pemerintah bahwa seluruh petugas saat melakukan sterilisasi dengan disinfektan wajib dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yg terdiri dari baju, masker, kacamata, sarung tangan dan sepatu,"jelasnya. 

Terkait dengan sepatu yang merupakan bagian APD, sepatu tersebut baru dipakai oleh petugas saat akan memasuki bangunan masjid dan bukan sepatu yang dipakai harian dan bukan sepatu bekas pakai. 

Karena sudah menjadi perdebatan dan kegaduhan maka dari itu saya sebagai ketua PMI dan penanggung jawab kegiatan tersebut memohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekhilafan yang menurut masyarakat mungkin tidak sesuai. 

"Kegiatan yang kami lakukan bukanlah kegiatan politik atau pencitraan tapi murni kegiatan sosial kewajiban dari PMI untuk mendukung pemerintah dalam rangka pencegahan, penanggulangan dan memutus mata rantai virus corona (covid19) yang telah mewabah,"tulisnya. (sau)





BERITA BERIKUTNYA