26 Santri Diperiksa di RSUD Sarolangun

Kamis, 02 April 2020 - 07:37:37 WIB - Dibaca: 1944 kali

Puluhan santri di Sarolangun harus melewati proses disinfeksi dan pemeriksaan screening usai kembali dari kunjungan ke Jawa Tengah.
Puluhan santri di Sarolangun harus melewati proses disinfeksi dan pemeriksaan screening usai kembali dari kunjungan ke Jawa Tengah. (Paradil Iwel/Jambione.com)

Jambione.com, SAROLANGUN- Untuk mencegah dan antisipasi penyebaran wabah virus Corona atau Covid-19 di kabupaten Sarolangun, Segala upaya terus dilakukan oleh pemkab Sarolangun, termasuk melakukan pemantauan para pemudik yang datang dari luar provinsi Jambi.

Hal ini dibuktikan dengan dilakukannya pemeriksaan para santri asal kabupaten Sarolangun yang datang dari salah satu pondok pesantren di Jawa tengah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sarolangun, Rabu (1/04) pukul 10.00 Wib kemarin.

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi, memasuki bilik penyemprotan cairan Disinfektan, cek suhu tubuh hingga mencatat alamat lengkap para santri.

"Kita mendapat informasi dari pimpinan pondok pesantren Nurul Jadid bapak Imam Hambali, bahwa ada 26 santri yang pulang dari pulau Jawa. Dari informasi itu, kita meminta agar bus yang membawa para santri langsung ke RSUD Sarolangun untuk dilakukan pengecekan. Tindakan ini kita lakukan sebagai antisipasi penyebaran wabah virus Covid-19 di kabupaten Sarolangun," ujar Dirut RSUD Sarolangun, dr. Bambang Hermanto yang juga selaku Jubir Covid-19 kabupaten Sarolangun, Rabu (1/04) kemarin.

Lanjutnya, Setelah dilakukan pemeriksaan, para santri ini diperbolehkan pulang kerumah masing-masing yang berada di kecamatan Singkut, Cermin Nan Gedang, Bathin VIII dan kecamatan Sarolangun. Hanya saja para santri yang terdiri dari 12 perempuan dan 14 laki-laki ini diminta untuk melakukan isolasi sendiri dirumah.

"Alhamdulillah, hasil pemeriksaan semuanya masih normal, tapi mereka kita minta untuk melakukan isolasi sendiri dirumah, artinya mereka dilarang berinteraksi dengan para tetangga termasuk menjaga jarak dengan anggota keluarga selama 14 hari. Karena kita tidak tau selama 14 hari kedepan apakah ada gejala atau tidaknya," terang dr. Bambang.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pemberian arahan oleh pihak RSUD Sarolangun, 26 santri ini di perbolehkan pulang ke desa masing-masing, karena menurut dr. Bambang, para santri ini masuk dalam katagori Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.

"Mereka kita perbolehkan pulang, tetapi mereka tetap kita pantau selama 14 hari ini," pungkasnya. (wel)





BERITA BERIKUTNYA