Dilema Antara Ekonomi dan Rakyat

Kamis, 26 Maret 2020 - 20:17:40 WIB - Dibaca: 2454 kali

Nanda Pratama, Sekretaris DPD IMM Jambi
Nanda Pratama, Sekretaris DPD IMM Jambi ()

Nanda Pratama

Sekretaris DPD IMM Jambi

PEMERINTAH saat ini sedang dilanda dilema berat sehingga membuat kebingungan dalam menetapkan kebijakan. Di satu sisi mempunyai kewajiban untuk melindungi ekonomi rakyatnya. Untuk itu sudah semestinya pemerintah memberi kebebasan yang penuh kepada rakyat untuk melakukan mobilitas dan beraktivitas semestinya. 

Namun di sisi lain pemerintah juga harus bisa menjaga dan melindungi kesehatan dan jiwa rakyatnya. hal ini kalau dilihat secara umum seperti mata uang yang sangat susah untuk di pisahkan. karena prilaku melindungi Ekonomi harus diikuti oleh kebebasannya rakyat dalam beraktivitas dan berkreasi di luar.

Namun beda dengan yang terjadi sekarang masalahnya dunia, negara, dan pemerintah berhadapan dengan wabah virus corona (covid 19) yang penularannya sangat cepat melalui berbagai cara mulai dari bersentuhan, tangan, hidung, mata dan lain-lain. 

Sedangkan cara mengatasinya tentu sangat-sangat rumit, apalagi obatnya yang sudah benar-benar teruji dan mujarab belum ada. Adapun yang sangat mungkin dilakukan adalah mencegah dengan memutus rantai penularannya dengan cara lockdown di mana rakyat diisolasi dan dilarang untuk keluar rumah minimal 14 hari.

Dengan mengisolasi diri selama batas waktu minimal yang di tetapkan tentu banyak mengundang masalah bagi rakyat terutama bagi mereka yang memiliki tingkat ekonomi menengah kebawah yang pendapatannya rendah dan pas-pasan. adanya kebijakan ini tentu akan sangat mengganggu, merugikan dan menyulitkan mereka karena dengan hal seperti ini tentu membuat mereka sulit dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga nya sehari-hari. 

Padahal, sebelum adanya wabah virus corona melanda  mereka mencari pendapatan dengan bekerja di luar rumah dan pendapatan mereka boleh dikatakan dapat sehari habis sehari atau dapat pagi dimakan siang dapat siang dimakan malam. 

Tetapi dengan adanya kebijakan isolasi selama empat belas hari, lalu kalau seandainya mereka harus diisolasi selama dua minggu bagaimana caranya mereka memenuhi kebutuhan hidupnya. sedangkan kita tau kebutuhan hari ini di cari hari ini, kebutuhan malam di cari siang, kebutuhan siang di cari pagi. Mungkin saja ada orang dan pihak yang pekerjaannya tidak terlalu terganggu kalau kebijakan itu diterapkan. Tapi sangat banyak orang yang akan menghadapi masalah bila kebijakan itu dilaksanakan tanpa batas waktu yang tidak bisa di perkirakan tentu akan menjadi beban serta kepanikan yang luar biasa terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bila situasinya telah sampai pada keadaan yang kita tuliskan di atas carut marutnya masyarakat dalam mempertahankan hidupnya dalam menghadapi wabah virus corona maka timbulah pertanyaan apakah pemerintah akan memilih menyelamatkan ekonomi rakyat dan mengorbankan manusianya atau menyelamatkan manusianya dan mengorbankan ekonominya? Sudah bisa di pastikan bahwa negara dan pemerintah harus menyelamatkan kedua-duanya karena sama sama penting, tapi kalau situasi meminta pemerintah untuk memilih salah satunya yaitu yang terpenting diantara yang penting, maka tentu pemerintah harus menyelamatkan jiwa rakyatnya terlebih dahulu dari pada ekonominya. 

Sebuah pilihan yang sulit dan membuat dilema pemerintah, tetapi memang harus dibuat dan dilakukan pilihan yang berat agar negeri ini bisa pulih dan normal kembali seperti semula.

Pertimbangan ekonomi harusnya menjadi nomor dua. kita mengetahui bahwa sekarang keadaan ekonomi terutama di negara kita memang dalam keadaan hancur kita melihat salah satunya di akhir-akhir ini nilai tukar mata uang kita Rupiah mencapai lima belas ribu, tetapi persoalan ekonomi ini bukan hanya melanda Indonesia saja. Semua negara mengalami hal yang sama. Kita sama sama mengetahui ekonomi bisa dibangun kembali tetapi tidak dengan nyawa rakyat yang melayang takkan bisa dihidupkan lagi. "Menyelamatkan nyawa rakyat adalah amanat Pembukaan UUD 45. melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. Hak untuk hidup adalah hak setiap orang. Negara wajib melindunginya".

Cuma yang menjadi pertanyaan siapkah pemerintah untuk menggelontorkan dana untuk membantu mereka-mereka yang hidupnya susah tersebut? Jawabnya tentu harus bisa. Pilihan ini memang pahit dan sulit tetapi mungkin itulah yang terbaik untuk kita lakukan.





BERITA BERIKUTNYA