Haris dan Fasha Bakal Repotkan CE, Golkar Terancam Kehilangan Momentum Rebut Kursi Gubernur

Selasa, 03 Maret 2020 - 07:41:46 WIB - Dibaca: 5904 kali

(Syahril Hannan)

Jambione.com, JAMBI - Pasca terpilih sebagai orang nomor satu di Partai Golkar Provinsi Jambi, peluang Cek Endra (CE) mengantongi dukungan partai beringin sebagai perahu di Pilgub Jambi 2020 kian terbuka lebar. Namun, konsekuensinya tentu akan berdampak buruk bagi kestabilan partai. Karena, dua kader Golkar potensial lainnya, Syarif Fasha dan Al Haris pasti tidak tinggal diam.

Seperti diketahui, Wali Kota Jambi dan Bupati Merangin itu juga sama-sama ngotot maju di perebutan BH 1. Dan keduanya sama sama mengharapkan dukungan partainya. Tentu Golkar harus berhitung matang matang dalam memutuskan dukungan. Jika tidak, bukan tidak mungkin, momentum memenangkan Pilgub yang sudah di depan mata bisa hilang.

Menurut prediksi berbagai kalangan, Pilgub 23 September merupakan momentum bagi Golkar untuk merebut kursi Gubernur Jambi. Karena, tiga kadernya, Fasha, AL Haris dan CE merupakan kandidat cagub paling kuat dibandingkan yang lain. Jika 7 kursi Golkar di DPRD Provinsi Jambi ini jadi milik Cek Endra, maka Fasha dan Al Haris berpeluang besar 'cabut' dari partai beringin.

Apalagi, sejauh ini sejumlah partai pemilik kursi di parlemen minim kader yang akan diusung di Pilgub. Tentu kondisi ini bakal memudahkan keduanya untuk bergabung. Jika itu yang terjadi, maka tak bisa terelakkan, dua kader tersebut dipastikan bakal menjadi rival Cek Endra. Keduanya juga bakal merepotkan Golkar.

Pengamat Politik Jambi, Dori Efendi mengatakan bisa saja dua kader Golkar Sy Fasha dan Al Haris bersatu kedepannya. Karena mereka merasa senasip  tidak diakomodir partai. Apalagi, hubungan ketiganya akhir akhir ini juga terlihat kurang harmonis.

"Sama halnya dengan politik Malaysia ketika bersatunya dua tokoh politik hebat, Anwar Ibrahim-Mahathir Muhammad untuk menjatuhkan kekuasaan Najib Razak. Akan tetapi kedua tokoh (Fasha dan CE) ini harus memiliki tujuan yang sama. Yaitu mengalahkan CE dalam kontestasi politik 2020," katanya.

Menurut dia, jika keduanya diusung oleh partai lain (bukan Golkar), tentunya kedua kader potensial ini memiliki kans besar pindah partai. "Jika Haris atau Fasha diusung oleh partai lain, tentu kedua kader tersebut memiliki peluang besar keluar dari partai. Misalnya, tuntutan partai pengusung dengan sang-calon "fakta integritas" meminta calon yang diusung menjadi kader mereka," jelasnya.

Sepeti diketahui, saat ini empat partai besar pemilik kursi terbanyak di DPRD Provinsi Jambi, PDIP, Demokrat, Gerindra dan PAN tidak punya kader potensial yang bisa mengimbangi tiga kader Golkar tersebut. Bukan tidak mungkin, Fasha dan Haris berlabuh di salah satu partai tersebut.

Sementara itu, orang di lingkaran Al Haris mengatakan Bupati Merangin itu masih optimis Golkar akan fair memutuskan dukungan di Pilgub Jambi mendatang. Artinya, kata dia, meski terpilih sebagai Ketua DPD I Golkar, bukan otomatis  peruahu Golkar akan diberikan kepada Bupati Sarolangun tersebut.

Menurut sumber ini, Al Haris masih percaya komitmen pihak DPP Golkar yang menyatakan akan memutuskan dukungan berdasarkan hasil survey. Siapa kader yang hasil surveinya (elektabilitas) tertinggi, itulah yang diusung.

‘’ Mengapa Wo Haris yakin? Karena kondisis seperti ini pernah terjadi di Pilbup Sarolangun 2017 lalu. Ketika itu, pak Madel adalah Ketua Golkar Sarolangun. Tapi DPP malah memutuskan dukungan kepada Cek Endra yang menjadi lawannya. Makanya, ketika itu pak madel Keluar dari Golkar,’’ jelas orang dekat Haris yang minta namanya tidak ditulis ini.

Kalaupun DPP akhirnya memutuskan dukungan kepada Cek Endra, menurut dia, Haris juga tidak masalah. Karena, dia mengklaim saat ini sang jagoannya itu sudah lebih memiliki dukungan lebih dari cukup sebagai syarat mendaftar sebagai cagub.

 ‘’ Syarat mendaftarkan 11 kursi. Saat ini Wo Haris sudah mengantongi 20 kursi. 20 ini termasuk Golkar (kalau jadi). Kalau Golkar ke CE, ya dikurangi saja 7 kursi. Tetap melebih syarat minimal 11 kursi,’’ ungkapnya.

Lalu bagaimana kemungkinan Haris bersatu dengan Fasha? Sumber ini berani memastikan Bupati Merangin itu tidak mungkin berpasangan dengan Fasha. Apalagi bila diposisikan sebagai wakil. ‘’ WO Haris sudah mantap dengan pak Dul (Abddulah Sani). Mereka sudah sepakat. Dengan bersatu, keduanya optimis memenangkan pertarungan di Pilgub nanti,’’ tegasnya.

Sumber ini juga membeberkan hitung hitungan mereka di Pilgub nanti. Menurut dia, dari hitungan mereka, yang bertarung di Pilgub nanti maksimal 3 pasangan calon. Yang jelas satu pasangan itu adalah Haris-Sani. Kalau dua pasangan lagi bisa saja CE, Fasha atau Fachrori dan pasangan masing masing. ‘’ Kita yakin dari tiga kandidat itu, salah satunya bisa dipastikan mundur dari pencalolan,’’ katanya. 

Sebagai sesama kader Golkar, dia juga meyakini, sang jagoannya Al Haris bakal merepotkan CE, jika perahu Golkar jatuh ke tangan Bupati Sarolangun tersebut. ‘’ Surveikan sudah membuktikan, elektabilitas Wo Haris selalu di atas CE. Pokoknya berat lah. Sebagai timses kita terus bekerja. Kita tidak mau gembar gembor. Tapi tim kita di bawah makin solit memenangkan Wo Haris-Sani,’’ pungkasnya.

Terpisah, sumber di internal Golkar juga mengakui, Fasha dan Haris bisa merepotkan Golkar. Terutama CE. Khusus untuk Fasha, kader Golkar dari wilayah Timur ini mengakui Wali Kota Jambi itu sangat kuat. ‘’ Fasha kuat. Harus diakui. Tapi, karena CE sudah terpilih sebagai Ketua, kalau DPD memutuskan dukungan ke CE, tentu sebagai kader saya akan habis habisan memangkan CE,’’ katanya.

Sumber ini hanya menyayangkan kalau tiga kader potensial Golkar itu harus saling berhadapan di Pilgub nanti. Dia berharap DPP bisa turun tangan menyatukan ketiganya. Sehingga kader beringin solid di Pilgub nanti. Dan bisa   merebut kursi Gubernur jambi. (fey/kum)





BERITA BERIKUTNYA