Jambione.com, JAMBI- Musyawarah Daerah X DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi secara aklamasi memilih Bupati Sarolangun Cek Endra menjadi Ketua periode 2020-2025. Ini setelah dirinya didukung penuh oleh pemilik suara. Setelah terpilih aklamasi, CE diamanatkan segera membentuk struktur pengurus partai dalam jangka waktu 7 hari setelah pelaksanaan Musda.
Lantas siapa yang berpeluang menjabat sebagai Sekretaris DPD I Golkar Jambi? Informasi yang dihimpun, beberapa nama mencuat bakal menempati posisi orang nomor dua di partai beringin tersebut. Diantaranya politisi muda Golkar Pinto Jayanegara yang juga merupakan pimpinan DPRD Provinsi Jambi. Ketua AMPG Provinsi Jambi, Edria Putra, Ketua AMPI Provinsi Jambi Kemas Faried Alfarelly.
Kemudian tidak ketinggalan plt Sekretaris DPD I Golkar Jambi Gordon L Tobing, politisi senior Golkar A. Rahman dan anggota DPRD Kota Jambi, Joni Ismed.
Pjs Sekretaris DPD I Golkar Provinsi Jambi, Gordon L Tobing mengatakan, untuk menyusun kepengurusan, dalam Musda lalu sudah dibentuk tim formatur. “Formatur berjumlah 5 orang. Yakni CE, Sarmuji, Air Langga, A. Rahman dan Khabri Muis. Ini sudah diputuskan dalam Musda kemarin,” katanya, Senin (2/3) kemarin.
Menurut dia, nanti tim formatur ini akan menilai siapa saja kader yang layak menjadi pengurus partai untuk periode lima tahun kedepan. “Itu kewenangan dari formatur yang menentukan siapa yang layak,” ujarnya.
Tentunya, kata Gordon, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi jika ingin menjadi pengurus. Terutama untuk jabatan vital seperti posisi sekretaris. “Diantaranya aktif di kepengurusan partai, punya KTA dan sebagainya. Tentu ini menjadi pertimbangan bagi formatur,” katanya.
Terkait namanya diisukan bakal mengisi posisi Sekretaris defenitif, Gordon enggan berkomentar. Menurutnya masih banyak kader yang layak menduduki jabatan tersebut.
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly mengucapkan selamat atas terpilihnya Cek Endra secara aklamasi pada Musda X partai Golkar Provinsi Jambi.
Menurutnya, saat ini adalah momentum yang baik untuk berkonsolidasi guna membesarkan Partai Golkar kembali.
Terkait dengan ada beberapa nama yang masuk dalam bursa sekretaris, Farid menghormati dan menyerahkan semuanya kepada ketua terpilih dan tim formatur.
"Saya rasa kita harus menghormati sebuah proses dalam berpolitik dalam partai. Jadi tidak instan. Golkar adalah partai besar. Dibutuhkan sosok sekretaris yang energik, memiliki jaringan elit parpol, komunikasi yang baik di tataran grass root kabupaten kota. Sehingga mesin partai akan kembali eksis dan siap berlaga mengembalikan kejayaan partai Golkar," katanya.
Menurut Farid, jika kader muda terpilih mengisi tampuk sekretaris merupakan langkah maju untuk partai Golkar. Karena DPP juga telah memulai langkah tersebut. "Generasi muda menjadi pilar utama dalam pergerakan partai Golkar kedepan," ujarnya.
"Kita tunggu saja hasil rapat formatur . Saya sangat yakin Cek Endra selaku ketua DPD I Golkar terpilih lebih piawai menempatkan barisan kepengurusan Golkar Jambi kedepan. Selain memiliki militansi yang kuat, tentunya berkomitmen berkerja keras mengembalikan kejayaan Partai Golkar Jambi kedepan," tandasnya.
Joni Ismed mengaku sebagai petugas partai akan siap ditempatkan dimana saja untuk bekerja membesarkan partai beringin ini. “Memang kerja sekretaris sangat sentral dan vital. Ini menjadi kehormatan bagi saya atas isu yang beredar menyebut saya akan diajukan menduduki jabatan itu,” katanya.
Dia juga mengakui ada sejumlah teman-teman dari DPD II kabupaten/kota melakukan komunikasi aktif mendorong dirinya supaya mengambil peran di sekretaris. “Secara pribadi saya siap ditempatkan dimana saja kalau partai membutuhkan,” tukasnya.
Sementara itu, informasi dari internal Golkar menyebutkan, untuk posisi sekretaris harus diisi orang dekat Cek Endra. Sebab, ke depan Golkar menghadapi tantangan berat. Terutama menghadapi Pilgub Jambi. Peran sekjen sangat penting karena ketua dipastikan sibuk menghadapi Pilgub. ‘’ Makanya, sekretaris haruslah orang yang benar benar dekat dan loyal dengan sang ketua. Kalau tidak bisa repot nanti. Apalagi jika tidak sejalan,’’ kata orang Golkar ini.
Dia memperkirakan posisi sekretaris akan jatuh ke tangan orang yang selama ini sudah sangat dekat dengan CE. Hanya saja dia tidak mau menyebut nama. ‘’ Wartawan pasti tahulah siapa yang saya maksud,’’ pungkasnya. (fey)