Jambione.com, JAMBI - Pasca mendaftar sebagai calon perseorangan di Pilkada Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), pasangan petahana Romi-Robby seakan tanpa lawan. Semua partai sepertinya masih menahan diri apakah ingin menciptakan musuh atau bergabung mengusung sang bupati tersebut.
Namun, belakangan mencuat nama dari kalangan tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kans untuk maju di perebutan BH 1 TZ 23 September mendatang. Yakni dr Mustarim. Dokter spesialis anak ini dinilai memiliki basis yang jelas, yaitu dari tokoh Bugis. Sedangkan sang istri merupakan kalangan Jawa.
Seperti diketahui, di Kabupaten Tanjabtim etnis Bugis dan Jawa memiliki basis massa yang besar, yakni mencapai angka 30 persen dari jumlah penduduk. Dengan kata lain, pasangan yang mewakili etnis sangat berpeluang memenangi kontestasi paling bergengsi di kabupaten Tanjabtim. Apalagi, Mustarim adalah putra asli Kampung Laut, Tanjabtim.
Saat dihubungi Jambi One, terkait namanya mencuat maju di Pilkada Tanjabtim, Mustarim tak membantah. Bahkan, menurut sang dokter anak ini, sudah ada masyarakat yang meminta dirinya ikut berkompetisi di Pilkada 23 September mendatang. "Ada masyarakat yang meminta. Tapi saya masih mempertimbangkan, karena masih menjadi dokter," kata Mustarim yang kini berdinas di RS Kambang Kota Jambi.
Menurut Mustarim, bukan baru-baru ini saja ajakan maju di Pilkada Tanjabtim. Bahkan di era Bupati Abdullah Hich dirinya juga didorong untuk ikut berkompetisi di dunia politik. "Sebenarnya ajakan maju sebagai calon bupati sudah sejak zaman Pak Abdullah Hich. Setiap Pilkada ada yang mengajak," kata Mustarim yang merupakan mantan Ketua Senat Universitas Diponegoro (UNDIP) dan delegasi mahasiswa Asia Pasifik ini.
Sementara itu, salah seorang tokoh politik di Jambi mengatakan, sebagai penantang Romi-Robby harus orang dari luar partai. Kalau politisi yang maju sudah bisa dipastikan akan kalah. Karena semua insfrastruktur politik di Tanjabtim sudah dikuasai Romi. ‘’ Memang ada peluang (walaupu kecil), tapi yang maju sebagai penantang Romi-Robby harus orang profesional. Artinya bukan orang partai,’’ katanya.
Sumber yang minta namanya tidak ditulis ini mengatakan, jika yang didorong maju dari kalangan professional, kekuatannya sulit ditebak. Dia mencontohkan dr Mustarim yang kini dodorong maju. Sebagai dokter, kata dia, nama dr Mustarim jelas sudah sangat populer di Tanjabtim. Tinggal lagi bagaimana partai yang mengusungnya memoles.
‘’ Dia (dr Mustarim) kan sudah punya modal popularitas. Dia pasti sangat di kenal di Tanjabtim. Karena lama bertugas di sana. Kemudian, dia juga berasal dari kalangan mayoritas Tanjabtim. Kalau partai pintar memoles dan strateginya tepat, saya rasa Romi-Robby akan mendapat penantang yang sepadan,’’ jelasnya.
Tapi, lanjut dia, semua tetap tergantung kepada partai politik. Walaupun dr Mustarim cukup kuat, kalau tidak ada partai yang mengusung, ya tidak jadi juga. ‘’ Kalau Tanjabtim, kuncinya di partai. Kalau partai mau berkoalisi mengusung salah satu pasangan calon, rasanya Romi-Robby akan repot juga nanti. Wapalagi waktu masih cukup panjang untuk menyusun kekuatan,’’ pungkasnya.
Di sisi lain, KPU Tanjabtim sejak 27 Februari lalu sudah mulai melakukan verifikasi administrasi untuk berkas dukungan calon perseorangan Romi Haryanto dan Robby Nahliyansah. Ada 29. 092 dukungan yang diverifikasi setelah sebelumnya diserahkan sebanyak 30.203.
Ketua KPU Tanjabtim, Nurkholis mengatakan, saat ini masih dilakukan verifikasi administrasi untuk dukungan calon perseorangan sejak 27 Februari lalu. Hingga saat ini sudah ada 5 desa yang sudah selesai diverifikasi administrasi. "Dari 5 desa itu tidak ada yang ditemukan belum memenuhi syarat. Untuk jumlah sendiri belum bisa dipastikan, saat ini juga masih dilakukan verifikasi administrasi," katanya, Senin (2/3).
Ia menyebutkan, data yang ditemukan tidak memenuhi syarat akan langsung dicoret. Bentuk-bentuk yang tidak memenuhi syarat itu adalah pekerjaan yang memberikan dukungan tidak sesuai. Seperti ASN, TNI/Polri. "Selain itu juga KTP dan formulir dukungan tidak sesuai juga akan langsung dicoret," katanya.(fey)