Jambione.com, JAMBI-Beredarnya video tak senonoh pelajar di Kota Jambi, kemarin (4/2) langsung direspon Kantor Kemenag Kota Jambi. Kepala Kantor Kemenag Kota Jambi, Rusli Adam, mengatakan masalah ini sudah diselesaikan.
Dalam video tersebut menunjukkan dua pelajar berseragam olahraga MTsN Kota Jambi, berpelukan dan berpangkuan. Ada dua video yang beredar dan masing-masing berdurasi 15 detik. Keduanya melakukannya di bawah meja kelas dengan disaksikan beberapa rekannya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, Rusli Adam ketika dikonfirmasi harian ini mengatakan, dirinya juga sudah mendapat informasi terkait adanya video tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan langsung konfirmasi kepada kepala madrasah yang bersangkutan.
Dia juga mendapat langsung kabar dari kepala MTsN Kota Jambi. Dikatakannya masalah sudah diselesaikan dengan pertemuan orang tua anak dan pihak sekolah.
“Pengakuan kepala madrasah itu, aksi pejar dalam vodeo tersebut tidak ada kesungguh-sungguhan. Cuma cara anak-anak ini bergurau yang berlebihan,” kata Rusli Adam, kemarin (4/2).
“Cuma anak-anak ini tidak tahu akibatnya dari hal seperti itu,” tambahnya.
Lebih lanjut Rusli menyebutkan, dari pertemuan pihak sekolah bersama orang tua, anak laki-laki dari video tersebut mengundurkan diri dari sekolah itu dan pindah ke sekolah lain. “Mungkin anak yang laki-laki itu sudah malu, tidak mau lagi sekolah disana, akhirnya mundur dan pindah ke sekolah lain,” imbuhnya.
Kata Rusli, tidak ada unsur paksaan dari madrasah untuk pelajar tersebut agar mengundurkan diri. “Kesadaranan sendiri ingin pindah,” katanya.
Terkait pelajar perempuan yang ada pada video tersebut kata Rusli, juga sudah dipanggil orang tuanya. Dari pertemuan orangtuanya dan pihak sekolah dibuat surat perjanjian tidak mengulangi hal serupa.
“Kalau terjadi lagi, dengan perjanjian orang tuanya sendiri dan ditandatangani, maka dia bersedia mundur dari sekolah tersebut. Tapi itu perjanjian yang dibuat orang tua pelajar itu sendiri, bukan dari pihak sekolah,” tuturnya.
“Kita juga tidak mungkin mengeluarkan anak dari sekolah. Tetap kita akan akomodir. Perjanjian itu kemauan orang tua pelajar itu sendiri,” tambahnya.
Rusli Adam menambahkan, kejadian video tersebut sebenarnya sudah terjadi pada Desember 2019 lalu. Hanya saja baru beredar beberapa hari terakhir ini. “Dalam rekaman ini ramai anak-anak yang sepertinya tengah bergurau,” katanya.
Ke depan sebut Rusli, pihaknya meminta kepala madrasah untuk memperketat pengawasan pelajar di lingkungan sekolah. “Saya minta kepala madrasah untuk lebih ketat lagi ank-anak membawa handphone ke kelas. Disamping itu juga orang tua harus diingatkan kembali,” katanya.
Diakuinya mungkin pengawasan larangan membawa telepon genggam masih terlalu longgar. “Ini juga kita sampaikan semua madrasah yang ada di Kota Jambi, jangan sampai kejadian serupa terulang,” pungkasnya.(ali)